Jumat, 23 April 2021

Gara-Gara Pesawat Batal Terbang, Ajudan Bupati Nabire Marah Pukul Petugas

Gara-Gara Pesawat Batal Terbang, Ajudan Bupati Nabire Marah Pukul Petugas

Jakarta, Swamedium.com – Lagi-lagi ini contoh arogansi dari pejabat. Hanya gara-gara pesawat carterannya dilarang terbang lantaran cuaca buruk, ajudan Bupati Nabire Yesayas Douw memukul dua orang petugas Air Navigation Indonesia (Airnav) Nabire, Papua. Pemukulan itu terjadi saat jam operasional.

Banner Iklan Swamedium

“Pihak Heavilift, perusahaan penerbangan carteran, mengajukan flight plan (rencana penerbangan) kepada waba (bandara kecil) Nabire dengan waktu terbang diharapkan 1 jam dan waktu keberangkatan diusulkan pukul 06.30 utc,” ujar Kiki Adrian, GM Airnav Nabire dalam pesan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (17/5).

Ardian menambahkan, jika pesawat itu akan terbang dari Nabire pukul 06.30, maka mereka akan tiba kembali pada pukul 08.30 utc di luar ground time mereka di waba. Pada pukul 06.00 utc, sebelum take off, menurut Ardian, pihak Heavilift meminta perpanjangan waktu sampai dengan pukul 09.00 utc. Namun pihak otorita tidak berani mengizinkan karena ada informasi bahwa cuaca ke arah tenggara buruk.

Pihak otorita, menurut Ardian, memberikan saran, jika ingin terbang di luar jam operasional, pihak Heavilift harus membuat surat pernyataan yang berisi bilamana terjadi suatu hal di luar jam operasional, maka pihak Heavilift bertanggung jawab penuh akan hal tersebut, karena hal itu di luar wewenang pihak otorita bandara.

Namun, menurut dia, pihak Heavilift menolak saran itu. Pesawat carteran yang disewa Bupati Nabire itu bahkan tidak berani terbang. Kemudian pihak Airnav pun mengambil keputusan untuk membatalkan penerbangan dan melaporkan kepada pihak otorita bandara.

Namun, menurut Ardian, pihak pencarter pesawat (Bupati Nabire) tidak terima. Bupati kemudian mendatangi kantor briefing office Airnav Nabire dan meminta penjelasan.

“Pihak Airnav Nabire diwakili petugas bernama Hardianto pun memberi penjelasan, disaksikan oleh Junior Manager Ops Airnav Nabire, beberapa karyawan briefing office, dan beberapa pegawai Upbu Nabire dan Avsec Upbu Nabire. Atas penjelasan karyawan tersebut, pihak pencarter Heavilift tidak terima. Tiba-tiba Bupati Nabire memukul Hardianto serta seorang karyawan magang Airnav atas nama Anton,” papar Ardian. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita