Kamis, 15 April 2021

Pengurus FPI Jateng Lulus Seleksi Awal Komisioner Komnas HAM

Pengurus FPI Jateng Lulus Seleksi Awal Komisioner Komnas HAM

Foto: Laskar FPI foto bersama petugas kepolisian. (Nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Seorang pengurus Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah, Zaenal Abidin menjadi kandidat kuat untuk masuk menjadi Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Hal itu setelah pria yang menjabat Koordinator bidang Advokasi Hukum FPI Jawa Tengah itu masuk 60 besar calon komisioner.

Banner Iklan Swamedium

Zaenal saat ini dinyatakan lolos seleksi tahap pertama yakni administratif dan tes tertulis oleh panitia seleksi Komnas HAM. Pria kelahiran Kebumen itu kini akan menjalani tes uji Dialog Publik pada Rabu-Kamis (17-18/5).

“Iya, saya sudah masuk 60 besar. Dari awal saya memang ingin memberi sumbangsih pemikiran untuk masyarakat dengan masuk di Komnas HAM,” kata Zaenal seperti dikutip Vivanews, Selasa (16/5) kemarin.

Pria yang akrab disapa Zaenal Petir itu mengaku tidak terganggu dengan statusnya yang kini menjadi pengurus FPI. Menurutnya, untuk menjadi pejabat publik, termasuk Komnas HAM, merupakan hak setiap warga negara yang telah diatur dalam Undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

“Saya yakin Pansel Komnas HAM sangat profesional. Jadi saya yakin mereka akan melihat secara fakta dan tak terpengaruh berbagai isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dari luar,” ucapnya.

Selain aktif di FPI Zainal saat ini juga menjabat sebagai anggota Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah, Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Jateng periode 2016-2018 dan Wakil Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Jawa Tengah (APPSI).

Lebih jauh, Zaenal mengaku motivasinya mendaftar calon komisioner Komnas HAM tidak terkait dengan sejumlah kasus yang saat ini tengah dihadapi FPI dan ormas Islam lain saat ini. Ia menyebut keinginan itu murni untuk memajukan penegakan HAM di Indonesia yang dia nilai belum maksimal.

“Saya tertarik masuk Komnas HAM untuk melakukan penyadaran ke masyarakat. Komnas HAM bisa diterima masyarakat, kalau akhirnya masyarakat bisa mengerti hak dasar mereka apa saja dan seperti apa,” pungkasnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita