Sabtu, 24 April 2021

Polri Gerebek Kantor TKI Swasta, Diduga Tindak Pidana Perdagangan Orang

Polri Gerebek Kantor TKI Swasta, Diduga Tindak Pidana Perdagangan Orang

Jakarta, Swamedium.com — Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri melakukan penggerebekan di kawasan Cawang, Dewi Sartika, Jakarta Timur.

Banner Iklan Swamedium

Dari PT. BT yang merupakan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS), Satgas TPPO berhasil menyelamatkan 4 calon TKI laki-laki dari tempat penampungan.

“Sementara diselamatkan juga 3 orang calon TKI perempuan yang merupakan titipan dari PT lain dan hendak melakukan medical check up di klinik kesehatan yang letaknya bersebelahan dengan PT. BT. Lalu 1 orang lainnya juga kami amankan untuk diperiksa yaitu driver dari PT yang menitipkan 3 orang calon TKI perempuan itu,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum, Brigjen Pol. Herry Nahak di Jakarta, Rabu (17/5).

Kasatgas TPPO Bareskrim Polri, Kombes Pol. Ferdy Sambo menambahkan, penggerebekan yang dilakukan pihak kepolisian merupakan pengembangan dari laporan yang sebelumnya telah masuk. Lalu saat menggeledah, petugas menemukan fakta pelanggaran hukum lainnya.

“Berdasarkan informasi yang telah kami terima bahwa PT. BT merupakan PPTKIS yang merupakan undercover dari PT. M. Jadi, PT. M ini operasionalnya menggunakan PT. BT. File yang kami temukan saat menggeledah di PT. BT, menegaskan adanya kerjasama antara kedua perusahaan dan pengurusnya saling terkait antaa dua perusahaan itu,” tambahnya.

Pihak kepolisian memastikan kebenaran atas pelanggaran mengenai perusahaan tersebut. Petugas mengonfirmasinya dengan pihak Kementerian dan Dinas Tenaga Kerja.

“Pendampingan oleh Kementerian Disnaker saat penggeledahan menyatakan bahwa PT. BT sudah dicabut ijinnya sejak 12 Januari 2017 kemarin. Tapi hingga hari ink masih melakukan kegiatan perekrutan dan pengiriman calon TKI,” pungkasnya.

Sementara itu, pada Rabu pagi, Bareskrim Mabes Polri juga baru saja menggelar pertemuan dengan media mengenai 148 WNI yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sebanyak 10 tersangka telah terjerat regulasi atas perbudakan modern yang tentunya melanggar HAM. (Yog)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita