Jumat, 23 April 2021

PWI Kepri Kecam Kekerasan Oknum TNI atas Jurnalis Saat Liput Musibah Tanjungdatuk

PWI Kepri Kecam Kekerasan Oknum TNI atas Jurnalis Saat Liput Musibah Tanjungdatuk

Foto: Setop kekerasan terhadap jurnalis. (ilustrasi/ist)

Natuna, Swamedium.com — Sejumlah oknum anggota TNI diduga melakukan kekerasan terhadap jurnalis saat meliput insiden meriam meledak di Tanjungdatuk, Natuna, Kepri, Rabu (17/5).

Banner Iklan Swamedium

“Aksi sejumlah personel TNI tadi siang yang merampas kamera dan ponsel beberapa jurnalis Kepri, lalu disertai dengan ancaman verbal agar insiden Tanjungdatuk tidak dipublikasikan, jelas-jelas melanggar hukum,” kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, Ramon Damora, melalui rilis yang diterima Swamedium.com, Rabu (17/5).

Ramon menegaskan, segala tindakan yang menghalang-halangi pekerjaan pers untuk mendapatkan informasi, tidak pernah bisa dibenarkan.

“Kami meminta semua pihak menghormati tugas-tugas jurnalistik yang ingin memberikan laporan secara utuh kepada masyarakat,” tandasnya.

Untuk diketahui, kata Ramon, tugas pers dilindungi undang-undang, salah satunya seperti termaktub dalam Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999 Pasal 18 ayat 1. Disebutkan dalam pasal, lanjut Ramon, bahwa menghalang-halangi pekerjaan jurnalistik merupakan tindakan melawan hukum dan pelakunya bisa dikenai sanksi denda Rp 500 juta atau dua tahun hukuman kurungan badan.

Untuk itu, PWI Kepri menuntut agar TNI segera mengeluarkan pernyataan resmi atas dugaan kekerasan yang terjadi pada sejumlah wartawan Kepri.

“Sekaligus menginstruksikan para personelnya untuk tidak lagi mengancam pers dalam menginformasikan musibah Tanjungdatuk,” tegasnya.

Ramon mengatakan, pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengenai insiden TNI versus wartawan, yang tahun lalu berturut-turut terjadi di Medan, Madiun, dan Makassar, agar TNI dan pers saling menghargai tugas masing-masing, telah dicatat dengan baik.

“Untuk itu, PWI Kepri mengimbau kepada seluruh pekerja pers untuk memberitakan insiden Tanjungdatuk secara proporsional, berimbang, dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan,” tukasnya.

Sementara terkait insiden meledaknya meriam Chang Chong buatan Cina tersebut, PWI Kepri menyampaikan rasa duka yang sangat dalam atas musibah yang menimpa keluarga besar TNI.

“Bagi kami, pers Kepri, tak ada kesedihan yang lebih memilukan rasanya,  selain melihat empat personel TNI gugur, dan belasan lainnya terluka, di medan tugas di Natuna, sebuah wilayah yg menjadi perhatian dan pertaruhan kita bersama pada hari ini untuk membuktikan rasa hormat yang tinggi terhadap kedaulatan NKRI,” tutur Ramon.

Untuk itu, Ramon menyampaikan atas nama PWI Kepri, mendoakan agar keluarga korban senantiasa diberi ketabahan, dan kepada anak-anak yang ditinggalkan.

“Percayalah, kelak kalian akan mendapatkan dokumentasi jurnalistik yang baik, bahwa orangtuamu gugur secara kesatria di pangkuan bumi pertiwi,” pungkasnya. (ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita