Sabtu, 24 April 2021

Terkejut PDS HB Jassin Terbengkalai, Anies Cari Cara Untuk Merawatnya

Terkejut PDS HB Jassin Terbengkalai, Anies Cari Cara Untuk Merawatnya

Foto: Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Rasyid Baswedan. (Antara)

Jakarta, Swamedium.com — Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan menilai, selama ini Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin kurang mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dia mengimbau, pusat dokumentasi yang disebutnya sebagai harta karun itu lebih diperhatikan.

Banner Iklan Swamedium

Menurutnya, perlu ada perhatian lebih dari Pemprov DKI. Dia berjanji akan mencarikan cara untuk bantuan sumber daya bagi PDS HB Jassin saat menjabat mulai Oktober nanti. Pertemuan dengan pihak PDS HB Jassin hari ini, kata dia, salah satunya juga membicarakan terkait hal tersebut.

“Itu yang juga kita diskusikan apakah akan diambil alih pemprov atau dibentuk yayasan, nanti kita cari cara yang pas tapi yang utamanya adalah tidak boleh terbengkalai seperti sekarang. Intinya kita tidak ingin apa yang terjadi selama beberapa waktu ini,” kata Anies, selepas melihat koleksi di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (16/5) kemarin.

Anies mengatakan, PDS HB Jassin merupakan harta karun yang luar biasa. Di tempat ini, banyak sekali karya sastra yang punya nilai historisitas sangat tinggi dirawat dengan baik. Sayangnya, menurut Anies, hal itu tak diimbangi dengan perhatian dari Pemprov DKI sehingga menyebabkan terbengkalai.

“Ini suatu harta karun sastra yang luar biasa. Di tempat ini, kita menemukan karya-karya yang dirawat dengan baik, dan punya nilai historis dan pembelajaran yang luar biasa,” ujar Anies.

Dalam kesempatan tersebut, Anies juga menyampaikan apresiasi kepada Ajip Rosidi dan timnya, selaku pihak pengelola HB Jassin, karena sudah bekerja tanpa terekspose media. Padahal, tempat dokumentasi tersebut jauh dari kata terkelola dengan layak. Melihat kondisi tersebut, Anies turut prihatin, karena ini harta karun yang tersimpan di HB Jassin dalam pengelolaannya terbengkalai.

“Ini bukan hanya masalah Pemda, ini juga bukan masalah warga Jakarta saja. Tapi, ini menyangkut aset nasional yang berada di Jakarta. Karena itu kita pilih ambil tanggung jawab, melakukan revitalisasi, kita ingin tempat ini jauh lebih baik,” katanya.

Dia juga mengimbau bahwa bangsa ini harus memberi perhatian perihal sastra dan dokumentasi. Ia beserta Sandiaga berkomitmen untuk mengubah tata cara pengelolaan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, supaya tidak terbengkalai.

“Masalah ini harus menjadi fokus seluruh warga, terutama anak muda Jakarta untuk bisa ambil tanggung jawab lebih baik,” ujar Anies.

Dalam janji kerja Anies-Sandi, masalah perhatian terhadap pusat dokumentasi sastra, secara ekplisit memang menyangkut Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin tersebut, katanya.

“Itu termasuk dalam rencana kita. Sudah masuk dalam program tim sinkronisasi. Jadi nanti kita akan bicara lebih jauh teknisnya. Ini bukan kejadian sekali dua kali, dari tahun 1980-an sudah susah untuk mendapat pendanaan,” tutur Anies.

Salah satu pendiri PDS HB Jassin, Ajip Rosidi, mengatakan, selama ini operasional tidak selalu mendapat bantuan yang cukup dari Pemprov DKI. Bahkan, kata dia, justru bantuan kadang tidak dalam bentuk uang. Sehingga banyak hal dihadapi secara teknis dan menyulitkan pengelolaan yayasan.

“Terus terang saja, ini yayasan kecil dulu mendapat bantuan dari pemprov tapi karena dapat larangan dari departemen dalam negeri itu dihentikan tidak boleh lagi dibantu,” ungkap Ajip. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita