Kamis, 15 April 2021

Termasuk Pelanggaran HAM Berat, Bareskrim: TPPO Akan Kami Tindak Tanpa Kompromi

Termasuk Pelanggaran HAM Berat, Bareskrim: TPPO Akan Kami Tindak Tanpa Kompromi

Foto: Bareskrim akan memberantas kejahatan perdagangan orang. (Yoga/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menyatakan bahwa Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) adalah salah satu bentuk pelanggaran HAM terbesar di dunia. Pasalnya, manusia dijadikan komoditas serupa benda yang dihargai oleh uang semata.

Banner Iklan Swamedium

Ari menegaskan, dalam hal ini jerat hukum tanpa kompromi akan diterapkan. Oleh karena itu terkuaknya TPPO oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri memperlihatkan bahwa telah terjadi pengabaian HAM oleh oknum dan pelaksanaan penempatan TKI swasta (PPTKIS).

“Masih banyaknya PPTKIS dan perorangan yang bekerjasama dengan oknum kedutaan Saudi Arabia untuk mendapatkan Visa Kunjungan, Visa ziarah dan Visa umroh yang disalahgunakan menjadi TKI, ini tentu pelanggaran HAM berat,” tegas ari di Gedung Sementara Bareskrim Polri, Rabu (17/5).

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Herry Nahak menyatakan bahwa terkuaknya kejahatan manusia yang mengorbankan 80 WNI ini merupakan kerjasama dengan berbagai pihak.

“KBRI di Riyadh misalnya, telah menginformasikan bahwa ada 286 WNI yang berangkat Umroh tapi tidak kembali pada tahun 2016. Kini telah berhasil dipulangkan sebangak 69 WNI yang menyalahgunakan Visa Umroh dan 68 TKI yang juga dipulangkan karena menggunakan Visa Cleaning service namun kenyataanya menjadi asisten rumah tangga” ungkap Herry.

Di tempat yang sama, Kasatgas TPPO Bareskrim Polri, Kombes Pol. Ferdy Sambo menyebutkan bahwa dari seluruh kasus yang terungkap, 10 tersangka yang berhasil diamankan akan dijerat regulasi yang terproses tanpa kompromi.

“Kasus kasus tersebut berawal dari pelanggaran, mulai dari penyalahgunaan visa, penipuan dengan janji bekerja di luar negeri, pemberangkatan secara ilegal dan saat ini 10 tersangka sudah kami jerat dan diproses tanpa kompromi,” pungkas Ferdy. (Yog)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita