Kamis, 15 April 2021

Importir Tak Takut Sanksi Pemerintah, Harga Bawang Putih Tetap Mahal

Importir Tak Takut Sanksi Pemerintah,  Harga Bawang Putih Tetap Mahal

Jakarta, Swamedium.com – Importir bawang putih mengabaikan imbauan pemerintah untuk menjual bawang putih dengan harga tertinggi Rp38 ribu per kg. Importir juga tidak takut dicabut izin usahanya, terbukti harga bawang putih di pasar tradisional masih jauh diatas ambang harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

Banner Iklan Swamedium

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan persoalan gejolak harga bawang putih saat ini tidak harus terjadi. Pasalnya, kebutuhan komoditas tersebut secara nasional dipasok melalui impor dari negara lain.

“Sebenarnya secara teknis tidak ada alasan harga (bawang putih) bergejolak karena sebagian besar impor,” ujar Amran saat melakukan tinjauan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (17/5).

Harapan Mentan ini belum ditaati semua pedagang dan importir. Terbukti, harga bawang putih di pasar tradisional Sumur Batu, Kemayoran Jakarta Pusat masih sekitar Rp70 ribu rupiah per kg.
Menurut Mbak Warni, pedagang nasi uduk yang setiap hari belanja di pasar Sumur Batu, gejolak harga kebutuhan pokok itu yang membuat dirinya tidak jualan dalam beberapa hari ini.

“Bingung mau belanja. Yang biasanya beli bawang putih dapat sekilo, sekarang cuma separo, belum harga bahan lainnya,” keluhnya. Dia pun berharap pemerintah segera mengendalikan harga pangan agar rakyat kecil tidak semakin susah.

Berdasarkan pantauan di Pasar Induk Kramat Jati, kata Amran, gejolak harga justru tidak terjadi pada komoditas-komoditas strategis yang diproduksi secara mandiri.

“Justru produksi dalam negeri, bawang merah, beras, cabai, ayam, telur, semua harga stabil,” klaim Amran.

Dengan tegas, Amran mengimbau, kepada para importir, distributor, hingga pedagang besar sampai kecil untuk tidak melakukan penimbunan maupun mempermainkan pasokan bawang putih jelang Ramadhan.

“Kami imbau seluruh pengusaha menengah, besar, kecil, kami minta tolong dijaga ketenangan harga dalam menghadapi bulan suci Ramadhan. Dijaga agar harga tidak fluktuasi, tolong jangan disimpan digudang,” tegas Amran.

Menurut Amran jika ditemukan pelaku usaha melakukan praktik yang tidak bertanggung jawab, maka akan dicabut izin usahanya maupun pencabutan rekomendasi impor.

“Kami sepakat izinnya dicabut, enggak boleh lagi impor-impor bawang putih. Rekomendasinya dari Kementerian Pertanian juga dicabut, enggak boleh lagi, kami blacklist,” tegas dia.(maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita