Jumat, 23 April 2021

Korban Penembakan Polisi Lubuklinggau Mengadu ke Komnas HAM

Korban Penembakan Polisi Lubuklinggau Mengadu ke Komnas HAM

Foto: Fauzi, korban penembakan polisi Lubuk Linggau mengadu ke Komnas HAM. (Dipo/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Warga Lubuk Linggau yang mesti kehilangan kakinya karena diamputasi setelah ditembak aparat kepolisian yang menangkapnya, mengadukan nasibnya ke kantor Komnas HAM di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/5) kemarin.

Banner Iklan Swamedium

Fauzi bin Efendi (22), mesti kehilangan salah satu kakinya akibat ditembak aparat kepolisian Lubuk Linggau beberapa waktu lalu. Hidayat salah satu kerabatnya, menceritakan bahwa Fauzi ditangkap polisi saat berada di rumah temannya.

“Di rumah temannya tersebut Fauzi dititipkan sepucuk senpi, sementara temannya sedang ke kamar kecil, kemudian polisi datang menangkap Fauzi yang memegang senpi, saat itu temannya melarikan diri,” ungkapnya.

Setelah ditangkap, kata Hidayat, Fauzi tidak dibawa ke kantor polisi melainkan dibawa ke suatu tempat dengan mata tertutup, kemudian polisi menembak kakinya.

“Ini yang jadi pertanyaan, kok tidak ada laporan tapi ditangkap kemudian ditembak. Karena telat penanganan, Fauzi mesti menerima nasib sebelah kakinya harus diamputasi,” lanjut Hidayat.

“Kami mempertanyakan prosedur penangkapan, kenapa harus ada penembakan, padahal tidak ada perlawanan dari Fauzi,” sergahnya.

Hidayat mengaku sudah melapor dan mengirimkan surat ke semua institusi kepolisian namun tidak ada yang menanggapi.

“Kami sudah melayangkan laporan ke kompolnas, provost, Kapolri, tidak ada yang merespon. Hari ini kami ke Komnas HAM, dan Komnas HAM merespon kami,” pungkasnya. (Dip)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita