Jumat, 23 April 2021

Harga Kebutuhan Pokok Masih Tinggi, Mentan Ajak Perangi Kartel Pangan

Harga Kebutuhan Pokok Masih Tinggi, Mentan Ajak Perangi Kartel Pangan

Jakarta, Swamedium.com – Pemerintah geram melihat harga-harga pangan masih terus berfluktuasi meski langkah-langkah pencegahan telah dilakukannya. Melihat situasi itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengajak masyarakat untuk memerangi kartel pangan yang menimbun produk-produk pertanian hingga harganya melambung.

Banner Iklan Swamedium

Kementerian Pertanian juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk menindak tegas importir yang nakal.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan bagi importir yang dengan sengaja menimbun, izin akan dicabut. Dari Kementerian Pertanian sendiri tidak akan memberikan rekomendasi terhadap importir penimbun,” kata Mentan dalam siaran persnya, Sabtu (20/5).

Seperti diketahui, setelah harga cabai sempat naik tinggi, kini harga pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri juga melambung. Salah satu komoditas pangan yang harganya melonjak adalah bawang putih di pasar yaitu 48 ribu/kg dari harga normal 22 ribu/kg. Bahkan, di beberapa daerah harga bawang putih melonjak hingga 60 ribu-Rp70 ribu/kg.

Faktor yang menyebabkan lonjakan harga, salah satunya rantai distribusi yang melibatkan tengkulak di tingkat petani dan pemasok di pasar. Oleh karena itu, menurut Mentan, distribusi menjadi perhatian khusus pemerintah karena distributor secara tidak langsung berperan pada harga pangan di pasar.

Untuk mengatasi masalah pangan tersebut, Presiden Jokowi telah menugaskan jajarannya untuk mengawal keberadaan stok pangan dan stabilisasi harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Kemudian dibentuklah Satgas Pangan. Satgas Pangan terdiri dari Polri, Kementerian Pertanian, Badan Urusan Logistik, Kementerian Dalam Negeri, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha.

Satgas pangan juga memiliki tugas dan tanggung jawab memerangi kartel pangan yang dianggap membuat gejolak harga. Setelah dibentuk, Satgas ini sudah berhasil menangkap penimbun bawang putih sebesar 182 ton di gudang Marunda.

Satgas ini juga mampu membuka keran impor 9.000 ton bawang putih, sehingga produk ini dipastikan akan tersebar ke pasar saat Ramadan dan Idul Fitri. “Untuk itu kami jamin ketersediaan pangan dan harga stabil jelang Ramadan nanti,” kata Amran.

Amran mengungkapkan untuk mengatasi masalah pangan ini, Kementerian Pertanian sejak tahun lalu sudah membentuk jaringan toko tani yang bertujuan memperpendek rantai distribusi pangan. Jaringan toko tani yang tersebar di seluruh Indonesia pun telah menjalin kerja sama dengan perusahaan jasa angkutan yang mengantar langsung ke konsumen. Dengan begitu, konsumen mendapatkan produk pangan yang segar dan harga yang wajar.

Sementara untuk komoditas pangan bawang putih, Kementerian Pertanian bahkan telah merevisi Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) Nomor 83/2013 menjadi Permentan Nomor 16/2017 yang isinya mewajibkan importer bawang putih untuk menanam 5% dari total impor setahun. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita