Jumat, 23 April 2021

Mainkan Harga Bahan Pokok, Pemerintah Cabut Ijin 3 Perusahaan

Mainkan Harga Bahan Pokok, Pemerintah Cabut Ijin 3 Perusahaan

Foto: Menteri Pertanian Amran Sulaiman didampingi Wagub Jawa Timur Syaifullah Yusuf meninjau operasi pasar di Jawa Timur. (Ari/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com — Pemerintah memberikan sanksi terhadap pengusaha yang berusaha memainkan harga bahan pokok terutama bawang putih saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2017. Ada tiga perusahaan yang dikenai sanksi.

Banner Iklan Swamedium

“Kemarin kita sudah berikan sanksi kepada tiga tersangka di Marunda. Mereka tidak akan menjual bawang putih lagi di Indonesia. Kementerian Pertanian sepakat dengan Kementerian Perdagangan untuk mencabut ijin perusahaan tersebut. Mereka tidak boleh lagi berbisnis di Indonesia,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Surabaya, Jumat (20/5) kemarin.

Namun, sayangnya Amran tak menyebutkan nama tiga perusahaan tersebut.

Amran mengatakan para pengusaha atau importir bawang juga telah sepakat untuk menurunkan harga khusus menjelang Bulan Ramadhan dan Idul Fitri kali ini.

Berdasarkan data yang dimilikinya, jika dua hari lalu bawang putih masih di kisaran Rp 50 ribu per kg, hari ini di pasaran sudah turun menjadi Rp 23 ribu per kg.

Di hadapan para pedagang dan pembeli bawang putih, Amran juga menjelaskan, semua harga bahan pokok berada dalam posisi stabil seperti cabai, beras, ayam, telor, bawang putih, dan sebagainya.

“Diharapkan harga stabil hingga selesai Idul Fitri,” harapnya.

Operasi Pasar Bawang Putih kali ini merupakan gelaran kerjasama antara Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Bulog. Sebanyak enam kontainer bawang putih didatangkan dan digelar di dalam Pasar Induk Osowilangun untuk operasi pasar kali ini.

Ada tiga jenis bawang yang dijual kali ini yakni bawang putih dari Cina dijual Rp. 23 ribu per kg atau Rp. 460 ribu per sak. Kemudian bawang putih dari India jenis super dijual Rp. 15 ribu per kg atau Rp. 300 ribu per sak, serta dari India kualitas biasa dijual Rp. 10 ribu per kg atau Rp. 200 ribu per sak. (ari)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita