Jumat, 23 April 2021

Melawan Malaga, Real Madrid Coba Hilangkan Tragedi Tenerife 1992

Melawan Malaga, Real Madrid Coba Hilangkan Tragedi Tenerife 1992

Foto: Real Madrid bakal mencoba menghilangkan trauma tragedi Tenerife di partai akhir perebutan gelar juara La Liga 2016/2017. (ist)

Madrid, Swamedium.com — Real Madrid hanya butuh imbang melawan Malaga untuk meraih gelar La Liga Spanyol 2016/2017. Namun tragedi melawan Tenerife tahun 1992 kembali menghantui Madrid untuk meraih juara.

Banner Iklan Swamedium

Pada musim 1991/1992, Real Madrid waktu itu juga dalam ambang juara. Madrid yang saat itu diasuh Leo Beenhakker unggul satu poin atas Barcelona. Lawan terakhir Madrid adalah Tenerife yang saat itu diasuh mantan pemain Real Madrid Jorge Voldano.

Banyak orang menyebutkan, Madrid bakal menang melawan Tenerife. Selain dilatih seorang madridista, Tenerife juga tidak punya kepentingan apa-apa lagi dalam kompetisi.

Sempat unggul 2-0, Madrid akhirnya hanya bisa bermain imbang dengan Tenerife. Sementara, rivalnya Barcelona menang pada partai terakhir dan menyalip Madrid dalam perburuan gelar juara.

Kondisi serupa terulang lagi. Hanya beda posisi. Kalau tahun 1992, Madrid butuh menang, pada kondisi ini Madrid hanya butuh satu poin alias bermain imbang. Sementara Barcelona harus menang pada partai terakhir dan berharap Madrid kalah di kandang Malaga.

Lawan terakhir Madrid, Malaga saat ini juga dilatih seorang Madridista, Jose Miguel Gonzalez Martin del Campo.

Michael, sebutannya, pernah bermain satu dekade bersama Los Blancos, sebutan Real Madrid. Miguel juga ikut terlibat dalam tragedi Tenerife di tahun 1992.

Apakah Malaga akan membantu Real Madrid untuk meraih juara?

Jawaban Michel atas pertanyaan media itu rupanya bikin berang kubu Blaugrana. Bagaimana tidak? Michel menjawabnya begini.

“Bedanya saya dengan Valdano, saya lebih Madridista daripada Valdano,” ucap Michel.

“Madrid memang tim saya, tapi Malaga juga. Kami akan profesional dan mengincar kemenangan,” tambah Michel lagi.

Ucapan kedua tak banyak membantu. Barca sudah berang dan mengadukan Malaga dan Michel ke Komite Etik La Liga dan RFEF.

Barca berharap Malaga profesional, seperti yang mereka lakukan saat dua kali sukses mengambil poin dari mereka musim ini. Ya, Malaga, dan terutama kiper Carlos Kameni, tampil brilian ketika menahan seri 0-0 di Camp Nou dan menang 2-0 di pertemuan kedua di La Rosaleda.

Melihat kondisi Real Madrid yang sedang on fire, memang tidak menutup kemungkinan Madrid bakal merayakan kemenangan di kandang Malaga. Namun karena bola itu bundar, situasi bisa saja berbalik. (*/d)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita