Sabtu, 24 April 2021

Pekerja Masih Sulit Pakai Fasilitas KPR BPJS Ketenagakerjaan

Pekerja Masih Sulit Pakai Fasilitas KPR BPJS Ketenagakerjaan

Jakarta, Swamedium.com – Meski kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ada layanan tambahan yang memungkinkan pekerja untuk memiliki rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dalam prakteknya masih banyak yang mengeluh tidak mudah memakai fasilitas itu. Benarkah demikian?

Banner Iklan Swamedium

Beberapa developer rumah subsidi di kawasan, Bodetabek (Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi), bahkan ada yang menolak atau enggan melayani pembeli rumah yang ingin memakai fasilitas BPJS dengan alasan prosesnya lama.

Herlin, agen properti rumah subsidi, mengaku lebih suka menyarankan agar konsumen pakai KPR biasa, via perbankan sebab pengurusannya memakan waktu lama, bahkan kerap gagal.

“Lama bu, kalau pakai BPJS. Ada juga developer yang tidak mau,” ungkapnya.

Herlin tidak tahu persis, lamanya proses itu disebabkan dari internal BPJS atau perbankan, sebab proses KPR BPJS Ketenagakerjaan tetap harus via perbankan. Kondisi seperti ini yang mungkin memerlukan koordinasi lebih lanjut diantara dua instansi pemerintah itu.

Tentunya, BPJS tidak akan sembarangan memberikan fasilitas itu. Syarat dan ketentuan pasti berlaku. Bagaimana penjelasannya, mari kita simak!

KPR ini merupakan bagian dari manfaat layanan tambahan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan kepada pesertanya.

Perlu dipahami bahwa KPR terbagi dua yaitu untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan non-MBR. Untuk MBR, pemberian KPR bisa mencapai 99% dari harga rumah. KPR untuk MBR ini ditetapkan untuk harga rumah maksimal seharga Rp140 juta.

Sedangkan, untuk non-MBR, pembiayaan KPR mencapai 95% dari harga rumah. Harga maksimal rumah yang bisa dicicil melalui skema ini adalah Rp500 juta.

Menurut Kepala Divisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja, peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin mengajukan KPR ini tidak akan menjumpai persyaratan yang rumit.

“Syaratnya, peserta sudah menjadi peserta minimal selama 1 tahun, tertib administrasi. Segala kemudahan diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Kuncinya di sini adalah peserta harus bankable, harus memenuhi persyaratan dari bank,” ujar Utoh seperti dikutip laman rumah.com, di akhir pekan ini.

“Yang menentukan dia lulus kredit itu perbankan, BPJS enggak ikut itu. Sebenarnya, prosesnya kayak kredit biasa, harus melalui bank terlebih dulu,” lanjut Utoh.

Utoh menjelaskan kalau sebenarnya proses pengajuan KPR melalui BPJS Ketenagakerjaan harus melalui bank terlebih dahulu. Saat ini, harus melalui BTN yang menjadi mitra BPJS.

Pekerja hanya perlu mengajukan kredit ke BTN dengan memanfaatkan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan. Analis kredit perbankan akan memutuskan sang pemohon layak atau tidak menerima kredit.

Utoh melanjutkan pemohon tidak langsung berhubungan dengan BPJS Ketenagakerjaan. Semua urusan ditangani oleh perbankan. Pihak bank akan melakukan verifikasi dengan BPJS Ketenagakerjaan. “Kalau si A tertib kepesertaan, tertib iuran, ya layak dapat pinjaman,” jelas Utoh. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita