Rabu, 21 April 2021

Jurnalis Dikriminalisasi, LBH Pers: Regulasi Bungkam Kinerja Jurnalis

Jurnalis Dikriminalisasi, LBH Pers: Regulasi Bungkam Kinerja Jurnalis

Foto: Aksi Umat Islam Solo menuntut dibebaskannya jurnalis panjimas.com, Ranu. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Kasus hukum yang menjerat Wartawan Panjimas, Ranu Muda Nugroho dinilai sebagai cara untuk membungkam kinerja jurnalis. Hal tersebut dituturkan oleh Direktur LBH Pers, Nawawi Baharudin pada Diskusi bertajuk Kriminalisasi Jurnalis, di Jakarta, Minggu (21/5).

Banner Iklan Swamedium

Ranu dikenakan pasal pencemaran nama baik ketika bertugas meliput penggrebekan tempat hiburan malam, Social Kitchen, Solo. Padahal MK telah menghapus pasal-pasal mengenai praktek jurnalistik. Namun pada pelaksanaanya jurnalis seringkali dikenai pasal lain.

“Jurnalis seringkali dikenai pasal-pasal karet,” Kata Nawawi.

Sekretaris PP Muhammadiyah, Pedri Kasman berpendapat Demokrasi saat ini seolah memiliki senjata baru bagi orang-orang kritis. “Siapapun yang berani mengkritik penguasa, maka kriminalisasi siap-siap menghadang, sehingga banyak aktivis terutama muslim yang ditangkap,” katanya.

Pedri melanjutkan, dirinya berhipotesis bahwa penegak hukum bekerja untuk rezim penguasa bukan untuk kepentingan umum. “Seringkali pembelaan kita terhadap Islam dianggap hal yang negatif,”lanjutnya.

Sayangnya, pada diskusi ini pihak Dewan Pers tidak memenuhi undangan diskusi. Padahal kasus ini tidak semestinya sampai pada urusan penegak hukum, cukup menjadi pekerjaan rumah Dewan Pers. Namun kenyataanya saat ini, Dewan Pers belum memverifikasi ratusan media Islam, sehingga Dewan Pers ‘angkat tangan’ terhadap kasus yang menjerat Ranu.

Nawawi megatakan, rencananya DPR akan kembali mengatur KUHP mengenai praktek jurnalistik. Hal tersebut, katanya menjadi potret kemunduran demokrasi, dimana salah satu indikatornya adalah kebebasan pers. (Ima)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita