Selasa, 20 April 2021

Lebaran 2017, Pembukaan Tol Jakarta-Semarang Sulit Terealisasi

Lebaran 2017, Pembukaan Tol Jakarta-Semarang Sulit Terealisasi

Foto: ilustrasi pembangunan jalan tol. (pixabay)

Brebes, Swamedium.com — Pemerintah memiliki rencana membuka akses jalan tol dari Jakarta hingga Semarang untuk mempermudah masyarakat menjalankan aktivitas mudik di Lebaran tahun ini. Namun, hal itu tampaknya akan sulit terealisasi karena fungsionalisasi jalur tol dipastikan hanya sampai wilayah Weleri, Kabupaten Kendal, atau 26 kilometer (km) sebelum masuk Kota Semarang.

Banner Iklan Swamedium

Ruas tol yang belum seluruhnya terhubung ini pun berpotensi menimbulkan kemacetan parah seperti pada arus mudik 2016. Selain di jalan tol, kemacetan kemungkinan juga masih akan terjadi di jalur-jalur yang menghubungkan ke tol maupun Jalur Pantura.

Guna mengantisipasi ancaman tersebut, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah rekayasa, antara lain memberlakukan sistem buka-tutup di tol dari wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pemudik juga diminta tidak terfokus hanya memanfaatkan tol.

“Ada lintas selatan, utara, dan tol. Itu kondisinya sama baiknya. Jadi seyogianya digunakan,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengecek kesiapan infrastruktur menghadapi arus mudik Lebaran, di Kabupaten Brebes, Minggu (21/5) kemarin.

Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, Budi menilai ada perkembangan yang signifikan dalam pengerjaan konstruksi tol yang menghubungkan Brebes Timur (Brexit) ke Semarang. Ruas tol dipastikan bertambah sekira 110 kilometer (km) selepas Brexit.

Namun untuk bisa tersambung seluruhnya hingga Semarang, seperti ditargetkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal tahun lalu, akan sulit terwujud, karena masih ada sejumlah kendala di lapangan, salah satunya pembebasan lahan.

“Yang tadinya keluar di Brexit, ini akan bisa keluar sampai Weleri (Kendal),” kata Budi.

Jika sudah terjadi penumpukan di ruas tol, kendaraan akan diarahkan ke Jalur Pantura atau Selatan melalui pintu keluar tol terdekat.

“Jalan tol akan kita atur kapasitas sesuai daya dukungnya. Buka-tutup akan diberlakukan di sana. Apabila panjang antrean tertentu atau waktu tertentu, akan kita tutup,” jelas Budi seperti dilansir okezone.

Ia juga mengimbau pemudik tetap memanfaatkan ruas jalan nontol, baik di Jalur Pantura maupun Jalur Selatan, untuk mencegah kemacetan.

Selain mengecek kesiapan ruas tol dari Brebes Timur, Budi yang didampingi pejabat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, juga meninjau pengerjaan pembangunan flyover Dermoleng, Ketanggungan, Brebes. Keberadaan flyover ini diharapkan bisa mengatasi kemacetan yang selalu terjadi akibat keberadaan perlintasan kereta api sebidang.

“(Flyover) efektif (bisa digunakan) 10 Juni atau 15 hari sebelum Lebaran. Dengan selesainya ini, insya Allah akan memberikan pelayanan yang lebih baik,” ucap Menhub Budi Karya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita