Selasa, 20 April 2021

BNN Duga Pemprov DKI Terlibat Dalam Peredaran Narkoba di Jakarta

BNN Duga Pemprov DKI Terlibat Dalam Peredaran Narkoba di Jakarta

Foto: Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso menunjukan barang bukti narkotika kelas 1 berjenis sabu saat menggelar jumpa persnya di kantor BNN, Cawang, Jakarta, Senin (22/5). (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso, menilai ada keterlibatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dalam penyebaran narkoba di tempat hiburan malam.

Banner Iklan Swamedium

Pasalnya, Pemprov DKI di bawah Gubernur non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tidak pernah serius untuk menutup tempat hiburan malam yang terbukti menyebarkan narkoba.

“Kalau pemprov mau main-main, ya silahkan saja, itu bukti ada keterlibatan. Dia (Ahok) ikut mendukung peredaran narkoba di Provinsi DKI Jakarta,” kata Buwas di Gedung BNN, Jakarta Timur, Senin (22/5) seperti dikutip Aktual.

Pria yang akrab disapa Buwas itu menilai, Ahok tidak mengindahkan perintah Presiden Joko Widodo, untuk memberantas narkoba di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta.

Bahkan Buwas juga menilai jika Ahok yang sudah menjadi terpidana penistaan agama, tidak memiliki komitmen untuk menutup tempat hiburan malam, yang juga diduga juga sebagai tempat beredarnya narkoba.

“Kita tidak bisa main-main, jangan hanya omong-omong. Saya kira sesuai yang disampaikan Pak Ahok waktu itu kita pertemuan di Halim (Perdanakusuma, Jakarta), dihadiri seluruh pengusaha hiburan malam harus berkomitmen, mereka bersedia, nyatanya kan tidak,” ungkapnya.

Buwas beranggapan bahwa Pemprov DKI masih main-main, padahal Presiden Joko Widodo sendiri yang mengatakan Indonesia darurat narkoba.

“Dia hanya bicara soal uang hasil dari hiburan, mereka tidak bicara nyawa warganya. Dengan alasan rugi, nanti kalau tutup tidak punya income. Kita harus konsisten dan berkomitmen,” tandasnya.

Buwas berharap dengan adanya temuan narkoba di beberapa tempat hiburan malam, Pemprov DKI mesti serius dalam mengambil tindakan bukan sebatas omongan saja.

“Kita sudah komit juga, jangan ‘omdo’ please buktikan. Ini kita bicaranya nyawa manusia, mudah-mudahan paham,” tukasnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita