Selasa, 20 April 2021

Buku “Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok” Diluncurkan di Gedung DPR

Buku “Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok” Diluncurkan di Gedung DPR

Foto: Amien Rais menjadi pembicara utama seminar tentang reklamasi Teluk Jakarta di Gedung DPR. (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Nampaknya Ahok yang telah divonis penjara 2 tahun dalam kasus penistaan agama, makin tidak bisa tidur nyenyak. Pasalnya, belitan kasus hukum terkait dugaan korupsi yang dilakukannya diluncurkan ke publik, Selasa (23/5).

Banner Iklan Swamedium

Melalui buku berjudul “Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok” yang ditulis Marwan Batubara mengungkapkan keterlibatan Ahok dalam serangkaian kasus dugaan korupsi.

Buku yang berisi kumpulan dugaan korupsi Ahok selama memimpin DKI ini telah diluncurkan Selasa (23/5) pagi tadi di ruang KK2, Gedung Nusantara, DPR, Senayan, Jakarta.

Tokoh reformasi 1998 Amien Rais tampil sebagai keynote speaker dalam peluncuran buku tersebut.

Dalam sambutannya, Amien Rais menegaskan bahwa buku ini berdasarkan fakta, bukan sekedar isapan jempol.

“Ciri khas buku Marwan Batubara selalu objektif, semuanya berdasarkan fakta dan angka karena bersifat otentik dan otoritatif karena tidak mengada-ada,” ujar Amien.

Dengan adanya buku itu, Amien berharap kepada penegak hukum jadi bisa lebih melek terhadap dugaan kasus korupsi di Jakarta. Ia meminta jangan adalagi perlakuan istimewa di hadapan hukum.

“Harapan kita setelah baca buku ini penegak hukum semestinya mempelajari korupsi Ahok lebih teliti dan diproses secara hukum,” kata Amien.

Selain itu, Ia juga mengkritisi media massa yang telah membentuk opini kepada masyarakat bahwa Ahok merupakan manusia yang paling jujur. Namun hal itu, kata Amien, terbantahkan melalui buku yang ditulis oleh Marwan Batubara itu.

“Selama ini publik dibentuk media masa, kalau sosok ini jujur, bersih dan tegas.

Dalam kesempatan itu, Amien kembali mengkritisi soal proyek reklamasi di Teluk Jakarta sebagai bukti nyata bahwa saat ini kebijakan-kebijakan Ahok hanya menguntungkan sekelompok orang.

“Sebagai besar kebijakan ekonomi yang diambil jelas-jelas menguntungkan kepentingan asing dan aseng seperti proyek reklamasi dan merunduk berhadapan dengan seluruh korporasi asing yang menjarah sumber daya alam Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan itu sudah sangat jelas melanggar aturan, bahkan Amien secara yakin menyimpulkan negeri ini sedang digadaikan kepada para pengembang.

“Reklamasi itu adalah contoh yang ada di depan mata kita bahwa negara ini sedang digadaikan, dijual ke pengembang,” ujarnya.

Untuk itu dirinya berharap penegak hukum untuk mengusut dengan tuntas masalah ini, karena selama ini Amien mengatakan Ahok selalu bebas dari segala kasus reklamasi.

“Mudah-mudahan buku yang ditulis ini bisa membuka mata KPK dan lain-lain. Karena saya menganggap kalau yang di depan mata kita reklamasi ini jalan terus, Ahok yang sudah segudang buktinya juga tidak diapa-apakan,” pungkasnya.

Sejumlah tokoh mulai dari kalangan aktivis hingga anggota DPR juga menjadi pemateri yang mengulas buku ini.

Dari kalangan dewan diwakili oleh anggota Komisi III dari Fraksi PKS, Nasir Djamil. Sementara dari kalangan politisi diwakili Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono dan mantan Wagub DKI Prijanto.

Selain itu, dari kalangan aktivis dan pengamat turut hadir Direktur Sabang-Merauke Circle Syahganda Nainggolan, tokoh Tionghoa Lieus Sungkharisma dan Zeng Wei Jian, aktivis Ratna Sarumpaet, mantan anggota DPR dari PPP Habil Marati, Anggota DPR RI Djoko Edy Abdurrahman, juru bicara HTI Ustadz Ismail Yusanto, pengamat Ferdinand Hutahaean. (ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita