Jumat, 23 April 2021

Kartu Indonesia Pintar Tak Berlaku, Siswa SMKN di Kediri Dilarang Ikut Ujian

Kartu Indonesia Pintar Tak Berlaku, Siswa SMKN di Kediri Dilarang Ikut Ujian

Foto: Kartu Indonesia Pintar tak berlaku, siswa SMKN dilarang ikut ujian. (Ari/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com — Punya Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang digunakan untuk menggratiskan siswa bagi keluarga tak mampu untuk mendapat pendidikan yang lebih baik ternyata tak berguna bagi Johan Santana.

Banner Iklan Swamedium

Pasalnya siswa kelas 2 SMKn 1 Ngasem Kabupaten Kediri ini dilarang pihak sekolah untuk ikut ujian akhir semester (UAS) gara-gara orang tuanya menunggak membayar SPP selama enam bulan dengan total Rp 660.000 ribu.

Ironisnya lagi, saat siswa yang bersangkutan sedang mengerjakan soal-soal Ujian Akhir Semester (UAS) dengan mata pelajaran IPS yang baru berlangsung selama 10 menit, siswa tersebut disuruh pulang oleh pihak sekolah.

”Keponakan saya disuruh pulang oleh pihak sekolah. Orang tua keponakan saya sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan. Seharusnya pihak sekolah memberikan toleransi agar bisa ikut ujian. Total tunggakan SPP sebesar Rp 660.000. Padahal juga keponakan saya juga punya Kartu Indonesia Pintar yang dibagi oleh pemerintah,” ungkap paman siswa, Mohammad Arif, Selasa (23/5).

Arif menambahkan, pihaknya menyesalkan sikap pihak sekolah tersebut karena melarang siswa untuk ikut ujian karena terkendala tunggakan SPP tersebut.

”Seharusnya diberitahu jauh jauh hari agar orang tuanya bisa mencarikan uang agar bisa melunasi SPP dan anaknya bisa ikut ujian. Tak langsung mendadak seperti itu,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Sulidaim mengecam atas tindakan pihak SMKN 1 Ngasem Kabupaten Kediri tersebut.

”Kami minta Kepala Dinas Jatim harus mengevaluasi kepala sekolahnya. Ini sebuah pelanggaran yang dilakukan pihak sekolah karena sekarang bukan jamannya lagi siswa tak boleh ikut ujian gara-gara tunggakan SPP. Seharusnya biarkan ikut ujian terlebih dahulu, soal tunggakan bisa dirembug antara pihak sekolah dengan orang tua,” ungkapnya.(Ari)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita