Selasa, 20 April 2021

Kritisi Kesenjangan Sosial Ekonomi, Sejumlah Tokoh Bentuk Majelis Agung Pribumi Nusantara

Kritisi Kesenjangan Sosial Ekonomi, Sejumlah Tokoh Bentuk Majelis Agung Pribumi Nusantara

Foto: Majelis Agung Pribumi Nusantara. (gmc)

Jakarta, Swamedium.com — Dengan makin tajamnya tingkat kesenjangan pribumi Indonesia yang dirasa tidak terpenuhinya keadilan sosial atas pengelolaan sumber daya alam Indonesia yang dikuasai oleh pemilik modal (kapitalis) asing maupun lokal membuat posisi pribumi Indonesia kian terasingkan.

Banner Iklan Swamedium

Kondisi tersebut diperparah dengan dengan berbagai kebijakan negara yang tidak berpihak pada rakyat Indonesia khususnya pribumi.

Untuk itu, sejumlah tokoh nasional membentuk Majelis Agung Pribumi Nusantara yang merupakan sebuah perkumpulan yang beranggotakan orang-orang dari berbagai latar belakang etnis, agama, pekerjaan, dan organisasi kemasyarakatan lainnya yang memiliki kepedulian tinggi terhadap nasib pribumi Indonesia, netral, dan independent dalam menjalankan tugas.

“Majelis ini diprakarsai oleh Dr. H. MS Ka’ban, M.Si dan Dr. M. Dahrin La Ode, M.Si di Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 22 Februari 2017 lalu,” kata Juru Bicara Majelis Agung Pribumi Nusantara Bastian P Simanjuntak melalui rilis yang diterima Swamedium.com, Selasa (23/5) sore.

Bastian menjelaskan, majelis ini bertujuan untuk menanggapi isu kritis mengenai peran dan posisi pribumi dalam semua aspek dalam Asta gatra Nasional yang semakin memprihatinkan.

“Kami berkumpul untuk mengkritisi kondisi sosial ekonomi saat ini yang terjadi akibat dari kebijakan negara yang tidak berpihak pada rakyat Indonesia sebagaimana yang diamanahkan dalam UUD 1945 asli,” ujar Bastian.

“Juga mendorong pemerintah untuk mengambil kebijakan yang lebih mengutamakan rakyat Indonesia yaitu Pribumi Nusantara Indonesia,” imbuhnya.

Dalam rangka upaya mencapai tujuan itu, lanjut Bastian, akan ditindaklanjuti dengan 3 (tiga) kegiatan yaitu Deklarasi Majelis Agung Pribumi Nusantara Indonesia; kedua, seminar nasional pra Kongres Pribumi Nusantara Indonesia untuk membahas tentang status sosial politik Pribumi Nusantara Indonesia menurut paradigma tiap-tiap aspek dalam Asta Gatra Nasional.

“Dan yang terakhit, kami akan menggelar Kongres Pribumi Nusantara Indonesia,” pungkasnya. (ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita