Sabtu, 24 April 2021

Stok Daging Sapi Untuk Ramadhan dan Lebaran Aman

Stok Daging Sapi Untuk Ramadhan dan Lebaran Aman

Jakarta, Swamedium.com – Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf memastikan stok daging sapi di Indonesia masih surplus untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Total stok daging sapi yang tersedia untuk dua bulan ke depan mencapai 23.167 ton.

Banner Iklan Swamedium

“Antara kebutuhan dan stok daging sapi saat ini berdasarkan data Kementerian Perdangangan dan Kementerian Pertanian stok kita aman, bahkan surplus,” ujarnya saat berada di Pontianak seperti dikutip Okezone.

Ia menyebutkan, saat ini sapi bakalan di Indonesia mencapai 116.417 ekor. Satu ekor sapi bakalan rata-rata seberat 200 kilogram. Kemudian setelah empat bulan dilakukan penggemukan di Indonesia menjadi 500 kilogram per ekor, sehingga total daging sapi yang tersedia untuk dua bulan mendatang seberat 23.167 ton.

Belum lagi daging beku yang ada saat ini sudah mencapai 12.025 ton. Sapi lokal saat ini ada sekira 356.620 ekor atau dagingnya setara 62.400 ton.

“Stok kerbau juga ada di Bulog seberat 35.326 ton. Sehingga khusus untuk sapi, kita saat ini sekira 125.000 ton. Sedangkan untuk kebutuhan hanya sekira 106 ton. Jadi ada surplus,” kata dia.

Dengan ketersediaan stok yang ada, tidak ada alasan selama Ramadan dan Idul Fitri harga daging sapi naik atau berada di atas kewajaran.

“Jika ada kenaikan patut diduga ada pelaku usaha yang mengurangi stok ke rumah potong hewan. Dengan stok di rumah potong berkurang, otomatis di tingkat ritel dan pasar akan berkurang sehingga harga naik. Itu menjadi perhatian kita,” jelasnya.

Dia menambahkan berdasarkan pengalaman pada 2015, sebanyak 32 perusahaan penggemukan sapi melakukan pengurangan stok ke rumah potong hewan. Dengan demikian, harga di ritel dan pasar melonjak naik hingga Rp150 ribu per kilogram.

“Dengan adanya perilaku pengurangan dan tindakan penahanan stok, kami telah menindak semua perusahan penggemukan tersebut. Untuk tahun ini juga demikian, jika ada yang ingin coba-coba akan ditindak tegas. Apalagi Pak Presiden sudah tegas menyerukan agar semua pangan di masyarakat stabil baik dari stok maupun harganya,” kata dia.

Ia menambahkan, untuk harga sapi yang dijual di pasar bervariasi tergantung jenis dagingnya, yakni kualitas rendah di tingkat rumah potong hewan kisaran Rp72 ribu, kualitas sedang Rp90 ribu, dan kualitas baik Rp105 ribu.

Untuk kenaikan harga sebenarnya juga ada dipengaruhi distribusi. Belum lagi, jelas Syarkawi, permintaan tinggi sementara untuk pemotongan sapi bakalan harus ada standar internasionalnya.

“Semua yang terlibat harus bersertifikasi. Jika berkali lipat kebutuhan, maka SDM harus ditambah atau jam kerjanya. Itu juga menjadi persoalan selain stok yang memengaruhi harga jual,” kata dia.(maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita