Minggu, 11 April 2021

Warga Klaten Ini Harus Membayar Air Untuk Mengairi Sawahnya

Warga Klaten Ini Harus Membayar Air Untuk Mengairi Sawahnya

Foto: Mbah Yoso, warga Klaten harus membayar air untuk mengairi sawahnya. (Dipo/swamedium)

Klaten,Swamedium.com — Air adalah salah satu bagian terpenting bagi tumbuhan selain cahaya matahari, terutama bagi tumbuhan padi yang ditanam di areal persawahan yang tidak mengandalkan air dari curah hujan. Apa yang terjadi bila air yang dibutuhkan untuk mengairi areal persawahan ternyata harus dibeli.

Banner Iklan Swamedium

Hal ini yang dirasakan oleh seorang petan, Yoso Suparno yang akrab disapa Mbah Yoso, warga Kelurahan Iringan, Kecamatan Tulung, Klaten, Jawa Tengah menceritakan kepada Swamedium.com, Selasa (23/5) tentang kesulitan petani di daerahnya.

“Saya sangat kecewa kepada pemerintah karena hanya untuk bertani, saya harus membeli air yang dibandrol 15000 rupiah. Untuk sawah seluas 2000 meter persegi dibutuhkan waktu selama 15 jam diairi, belum lagi untuk biaya yang lain seperti pupuk dan pemeliharaan,” ungkap Mbah Yoso.

“Untuk sekali masa tanam sawah harus diairi selama 5 kali, tidak terbayangkan berapa yang harus dikeluarkan oleh petani selama dalam satu masa tanam,” imbuhnya.

Pada akhirnya saat panen datang, Mbah Yoso mengaku tidak mendapatkan penghasilan karena tidak ada mendapatkan keuntungan alias impas.

“Saya berharap pemerintah bisa memperhatikan nasib petani yang tidak tahu harus mengadu kemana, belum lagi kenaikan tarif listrik yang makin memberatkan kehidupan kami,” pungkasnya. (dip)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita