Selasa, 20 April 2021

Inilah Jawaban Lugas KH Zaitun Rasmin Soal Tuduhan Politisasi Agama

Inilah Jawaban Lugas KH Zaitun Rasmin Soal Tuduhan Politisasi Agama

Foto: KH Zaitun Rasmin. (ILC TVOne)

Jakarta, Swamedium.com — Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) KH Muhammad Zaitun Rasmin turut diundang dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) bertema “Saatnya Damai Bersenandung” di TV One, Selasa (23/5) kemarin.

Banner Iklan Swamedium

“Bagaimana GNPF melihat situasi sekarang? Mungkinkah damai bersenandung di GNPF? Apalagi yang dituntut sudah tercapai. Seharusnya damai justru berawal dari GNPF,” tanya Host Karni Ilyas.

Menanggapi pernyataan Karni Ilyas, KH Zaitun menjawabnya dengan lugas.

“Kalau bicara damai bersenandung, itu adalah harapan kita semua. Dan sejak awal, GNPF menunjukkan seluruh gerakan-gerakannya menginginkan kedamaian-kedamaian,” ujarnya.

Hal tersebut menurut KH Zaitun, dikuatkan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo sewaktu berkunjung ke Australia.

Presiden Joko Widodo menyampaikan pujian terkait aksi 212 di hadapan para pengusaha Australia. Presiden megatakan bangga karena dengan jumlah massa sebanyak 7 juta bisa melakukan aksi dengan sangat damai tanpa adanya satu kerusakan pun.

KH Zaitun juga berpendapat, adanya aksi adalah sebuah cara untuk mengungkapkan pendapat, dan itu adalah hal yang wajar. Termasuk aksi yang dilakukan oleh para pendukung Ahok.

“Sebetulnya kita sendiri tidak pernah mengomentari tentang, misalnya aksi bunga, aksi lilin, itu wajar. Bahkan ketika ada demo tentang putusan (putusan hakim terkait kasus Ahok) itu, kami menganggap itu wajar,” sergahnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya sangat tidak sependapat jika ada orang yang menuntut ditegakkannya keadilan terhadap Ahok kemudian dianggap anti kebhinekaan, anti Pancasila, pemecah belah NKRI.

“Tetapi ketika mulai diangkat lagi seolah-olah Bhineka kita terancam, seolah-olah persatuan terancam hanya karena ada seorang yang kemudian diputuskan oleh pengadilan yang fair, pengadilan yang objektif, pengadilan yang kita lihat bagaimana hakim dari wajah mereka, dari penjelasan fakta-fakta hukum,” tegasnya.

KH Zaitun mengajak semua masyarakat agar tidak mencaci institusi pengadilan hanya karena merasa tidak puas dengan putusan majelis hakim.

“Saya kira sangat sangat naif, ketika orang mudah mencaci, menistakan pengadilan hanya karena ketidakpuasan,” tukasnya.

Menanggapi soal tuduhan politisasi agama, Ketua Umum Ormas Wahdah Islamiyah ini menyatakan bahwa memilih pemimpin berdasarkan agama adalah sah.

“Hal tersebut tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi di negara kita ini,” ujar KH Zaitun.

KH Zaitun menganalogikan prinsip demokrasi itu dengan hal yang sederhana, seperti yang pernah ditanyakan kepada warga Yogyakarta dalam sebuah safari dakwah.

“Bapak-bapak kalau ada dua calon presiden yang dua-duanya baik, satu orang jogja dan satunya lagi bukan jogja, pilih mana? Mereka jawab, pilih orang jogja. Itu adalah fitrah, karena itu jangan di besar-besarkan, seolah-olah ada politisasi agama, ini tidak akan mencari akar dari kedamaian itu,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua Umum Partai PSI sempat menyatakan bahwa putusan hakim tidak adil, serta tuduhan adanya politisasi agama.

Grace mengatakan, “Ada skeptisisme, ada sesuatu yang ganjil, ini mengusik rasa ketidak adilan kami bahwa hakim tidak mempertimbangkan saksi-saksi yang meringankan Pak Ahok.”

“Tetapi kemudian dengan adanya gerakan politisasi agama ini, yang lebih gawat lagi akan mengancam Pancasila, mengancam Bhineka Tunggal Ika,” imbuhnya. (ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita