Jumat, 23 April 2021

Malaysia Janjikan Dana Rp120 T Untuk Investasi di Infrastruktur

Malaysia Janjikan Dana Rp120 T Untuk Investasi di Infrastruktur

Pengelolaan fiskal yang kurang hati-hati akan memunculkan gejolak perekonomian. (*)

Jakarta, Swamedium.com – Investor dari Negeri Jiran Malaysia siap untuk membangun pembangkit listrik hingga jalan tol di Indonesia. Selama tiga tahun, Malaysia berkomitmen untuk menggelontorkan dana investasi sebesar Rp120 triliun.

Banner Iklan Swamedium

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo yang juga merangkap sebagai Pejabat Penghubung Investasi untuk Malaysia mengungkapkan ada komitmen investasi Malaysia hingga Rp120 triliun untuk membangun pembangkit listrik hingga jalan tol di Indonesia.

Eko menjelaskan, beberapa proyek infrastruktur yang akan digarap Malaysia itu, antara lain pembangunan PLTU Tanjung Jati B oleh YTL Power International Berhad, anak perusahaan dari YTL Corporation Berhad.

“Ada investasi di Tanjung Jati II memang ada konteks sedikit isu penurunan tarif. Kementerian ESDM akan berkoordinasi dengan YTL,” tutur Eko dalam acara Dinner & Networking Indonesia – Malaysia Business Matching di Gran Melia Hotel, Jakarta Selatan seperti dikutip Detik.com, Selasa (23/5).

Selain itu, juga pembangunan Tol Palimanan-Solo melalui konsorsium UEM Group Berhard dengan Jasa Marga.

“Tol Palimanan Solo ada konsorsium UEM yang sudah hampir jadi konsorsium. Konsorsium pertama UEM mayoritas, konsorsium kedua Jasa Marga mayoritas,” kata Eko.

Kemudian, krrja sama antara PLN, PT Bukit Asam dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) yang merupakan perusahaan listrik terbesar di Malaysia untuk membangun pembangkit listrik di Riau untuk kebutuhan Sumatera dan Malaysia.

“Yang mau dihidupkan lagi power plant di Riau. Sebagian listrik untuk Sumatera, sebagian ekspor ke Malaysia,” tutur Eko.

Eko mengungkapkan, keseluruhan komitmen investasi Malaysia ke Indonesia lebih dari Rp100 triliun hingga 3 tahun ke depan.

“Total semua dalam 3 tahun selesai semuanya sebanyak sekitar Rp 120 triliun lebih,” kata Eko.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan para pengusaha Indonesia dengan 12 perusahaan dari Malaysia, di Kuala Lumpur, 20-21 April 2017. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita