Kamis, 22 April 2021

Sebelum Istrimu Berpulang

Sebelum Istrimu Berpulang

Foto: Kasih sayang dan pujian seorang suami kepada istri. (ilustrasi/ist)

Jakarta, Swamedium.com — Seorang pria mendapat julukan lelaki lebay oleh teman-teman kantornya karena dalam sehari bisa beberapa kali menelepon istrinya dan terdengar sering memuji istrinya.

Banner Iklan Swamedium

Oleh teman-teman dekatnya dia diledekin;
“Pasti nih yang lebay lebay muji istrinya begini, abis selingkuh kamu kan ya? Biar balance, nutupin dosa” 😂😂😂

Akhirnya karena terlalu sering diledekin hal yang sama, di sela waktu makan siang dia bercerita pengalamannya ke beberapa teman dekatnya.

“Kalian tahu kan? Ibuku meninggal 2 tahun yang lalu setelah berjuang melawan kanker pita suara 5 tahun lamanya. Setahun terakhir hidupnya, ibuku cuma bisa berkomunikasi dengan jarinya, atau tulisan. Karena sudah tidak bisa berbicara secara lisan.”

Sampai suatu hari dengan bahasa isyaratnya, saat sedang dirawat inap di rumah sakit, jam tiga pagi ibu memintaku yang sedang menjaga ibu, untuk menelepon ayah, meminta ayah datang lebih pagi menjenguknya.

Aku sama sekali tidak menyangka kalau hari itu adalah saat terakhir Ibu berinteraksi dengan kami. Aku menyuruhnya sabar menunggu Ayah datang, seperti biasa bersama sopir.

Pukul 06.00 pagi, kondisi ibu tiba-tiba memburuk, semua tanda vitalnya drop, sementara Ayah baru saja berangkat menuju rumah sakit.

Ssaat ibu di ICU, dan aku kembali ke kamar ibu untuk mengambil sesuatu, terjatuh di samping bed ibu sebuah kertas. Akupun membaca tulisan tangan yang ditulis ibu seadanya buat ayah.

Suami ku sayang..
Maafkan kondisiku yang semakin memburuk setiap tahunnya..
Maafkan aku yang sudah sejak lama tidak lagi bisa membahagiakan kamu.. melayanimu.. dan memanjakan kamu seperti dulu..

Sayang..
Sepertinya saat ku tidak lama lagi..
Aku tenang karena aku telah menitipkanmu pada anak-anak kita yang telah sukses meraih segala ingin nya.
Anak-anak yang aku yakin sangat menyayangi kita..

Sayang..
Sudah sejak lama sekali.. mungkin sudah berpuluh tahun lama nya.
Sudah sering juga aku ucapkan dalam candaan ku, aku ingiiiin sekali kamu puji..
Puji lah aku seperti dulu berpuluh tahun saat kita awal berkenalan.

Dan kau selalu mengabaikannya dengan alasan menyayangi itu gak perlu pujian.

Tapi Sayang.. Saatku sudah tidak lama lagi.
Kau sudah mengabulkan seluruh permintaanku kecuali satu: Pujilah aku Sayang..
Meskipun sekarang kulitku tinggal berbalut tulang, rambutku habis, kulitku hangus, bauku amis, dan aku tidak menarik seperti dulu saat kau jatuh cinta padaku.

Berbohonglah padaku kali ini Sayang….
Puji aku.. InsyaAllah itu akan jadi kenangan terakhirku sambil menunggumu di surga nanti.

Aku menyayangimu selamanya..
Terimakasih buat segalanya..

Berlinang air mata ku membaca tulisan ibu. Sambil berlari menuju ICU, ku cari ayah berharap dia sudah di sana. Di saat bersamaan kami masuk ke ICU, kuberikan surat dari ibu pada ayah.

Kubiarkan mereka berdua dalam bahasa yang penuh air mata. Tanda vital Ibu menghilang, dan ayah masih sesenggukan di sana, berusaha mengajak ibu bicara.

Tapi ibu sudah tidak ada, dan semoga ibu sempat mendengar hal terakhir yang dia ingin dengar dari ayah.

Itu lah kenapa pentingnya mengucapkan hal-hal baik pada pasangan, kepada istri.

Perempuan adalah makhluk yang sejak kecil sudah terbiasa bahagia dengan pujian ayahnya. Sekalipun dia tidak cantik pasti ayahnya selalu memuji dengan “Cantiknya anak Ayah”, “Kesayangan Ayah”, “Manisnya anak Ayah”, “Harumnya anak Ayah”.

Lalu dia jatuh cinta juga padamu yang membuatnya bahagia karena pujian-pujianmu padanya.

Pujilah wanitamu. Itu memang tidak tidak terlalu penting bagimu. Tapi pancaran rasa senangnya karena kau hargai fisiknya akan kembali padamu, membuatmu bahagia dan enak memandangnya dapat mengalahkan syahwatmu pada godaan wanita bukan muhrim di luar sana.

Puji lah..
Karena kau tak tahu kata-kata terakhirmu kapan yang akan dia dengar sebelum salah satu dari kalian dipanggil terlebih dahulu oleh Yang Maha Kuasa.

Pujian pada istri adalah bagian dari berbuat ma’ruf yang diperintahkan dalam ayat Al Qur’an nan mulia,

“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istri kalian) dengan baik.” (QS. An Nisa’: 19).

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” (QS. Al Baqarah: 228).

Wallahu’alam bisshowab. (*/ls)

Sumber: istimewa

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita