Rabu, 21 April 2021

Ungkap Fakta Aksi 212, “The Power Of Love” Diluncurkan 2 Desember 2017

Ungkap Fakta Aksi 212, “The Power Of Love” Diluncurkan 2 Desember 2017

Foto: Konferensi pers peluncuran Film "The Power of Love". (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Aksi bela Islam 212 yang merupakan hajat besar umat Islam Indonesia di pengujung tahun lalu menuai pro dan kontra di berbagai kalangan.

Banner Iklan Swamedium

Berbagai pemberitaan media arus utama mengenai aksi tersebut, dibalut dengan pembingkaian yang berbeda sehingga tak jarang komentar miring seperti makar, anti Pancasila, pemecah belah NKRI dan lain sebagainya muncul dari bibir masyarakat.

“The Power of Love”, sebuah karya yang dipersembahkan oleh Rumah Produksi Warna Pictures berusaha mengungkap fakta dibalik peristiwa 212. Peristiwa yang takan terlupakan itu akan ditampilkan secara objektif dengan mengisahkan perjalanan seorang jurnalis yang terjebak dalam perjalanan aksi 212.

Produser sekaligus Sutradara “The Power of Love”, Jastis Arimba mengatakan dirinya optimis film ini nantinya akan diterima dengan baik oleh masyarakat sebab tak ada satupun unsur politis, SARA, dan intoleransi yang dituangkan dalam film ini.

“Kami sih yakin, karena film ini sepenuhnya mengangkat citra Islam yang sesungguhnya, yaitu cinta,” katanya.

Pria yang lebih dikenal dengan karya film dokumenternya ini melanjutkan, tak ada segmentasi khusus dari film yang sedang digarapnya ini, justru dirinya ingin semua masyarakat menonton sehingga dapat melihat jatidiri Islam sesungguhnya.

“Tidak ada segmen khusus, semua ‘wajib’ nonton, supaya tahu ini lho Islam Rahmatan lil Alamin,” lanjut Jastis.

Aktor senior, Fauzi Baadila dipercaya menjadi pemeran utama, didampingi Adhin Abdul Hakim, Hammas Syahid Izzudin, Asma Nadia, Meyda Sefira, Cholidi Assadil Alam, dan Ustadz Erick Yusuf sebagai konsultan.

Oji, begitu panggilan akrab Fauzi, mengatakan dirinya berani mengambil peran utama sebab ia ingin dengan tegas memposisikan dirinya sebagai seorang muslim.

“Tertarik pertama karena saya Muslim,” katanya.

Selain itu Oji berpesan bahwa dari peristiwa ini terdapat hikmah bahwa seorang muslim wajib memiliki prinsip.

“Ada kalanya kita harus berprinsip, jangan abu-abu,” tandasnya.

Konsultan Produser “The Power of Love”, Ustadz Erick Yusuf mengatakan bahwa dakwah semestinya dilakukan dalam bentuk apapun termasuk film. Baginya film ini merupakan upaya menyampaikan syiar Islam, upaya mendobrak fitnah yang selama ini berkembang di kalangan masyarakat mengenai aksi-aksi yang dilakukan umat Islam.

“Dakwah lewat film ini sudah tepat, lewat film ini kita sampaikan fokus permasalahan yaitu toleransi dimana ada pasangan kristiani yang menikah saat aksi berlangsung, aksi menjaga lingkungan dimana tidak ada satu tanaman pun yang dirusak saat itu, dan yang terbesar adalah sholat jumat yang dilakukan oleh lebih dari 7 juta orang, itu masya Allah,” kata Ustadz Erick.

Film ini akan mulai diproduksi setelah Idul Fitri dan ditargetkan untuk ditayangkan di Bioskop pada bulan Desember 2017. Para kru berharap film ini dapat menginspirasi dan diterima secara luas oleh para pecinta film di Indonesia. (Ima)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita