Rabu, 21 April 2021

Ustadz Bachtiar Nasir: Revolusi Sedang Terjadi di Indonesia

Ustadz Bachtiar Nasir: Revolusi Sedang Terjadi di Indonesia

Foto: Ustadz Bachtiar Nasir. (Yetty/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan, pasca aksi 411 dan 212, roda keadilan Allah SWT kepada hamba-Nya sedang berputar.

Banner Iklan Swamedium

Hal tersebut nampak dari kekalahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI dan diputuskan hukuman 2 tahun penjara oleh Majelis Hakim 9 Mei lalu dalam kasus penistaan agama.

“Jadi anak muda gak usah tunggu kapan revolusi berdarah, tetapi dengan keadilan yang sedang berjalan adalah revolusi sesungguhnya. Namun, harus tetap dibarengi dengan kewaspadaan. Apa yang Allah turunkan kepada Indonesia sifatnya normatif,” kata Ustadz Bachtiar Nasir di Gedung Dewan Dakwah, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (23/5).

Menurutnya, Islam dan kejayaan umat Islam sedang Allah bangkitkan di Indonesia. Izzah Islam sedang Allah turunkan, kata pria yang biasa disapan UBN, terlepas ada common enemy (Ahok), peristiwa ini merupakan rekayasa Allah SWT.

“Saat ini kita mungkin sedang dipergilirkan oleh Allah kekuasaan, Wa tilkal Ayyamu nudawwiluha bayna An naas. Melihat sejarah, ketika Khilafah Utsmaniyah runtuh, Islam merebak ke seluruh dunia termasuk Asia,” tuturnya.

Tidak hanya itu, kata UBN, ada format politik baru untuk menegakkan keadilan dan mengimplementasikan nilai-nilai Islam, adalah dengan bagaimana merawat semangat umat (Kayfa Tarbiyah), bagaimana konsep kepemimpinan
(Kayfa Al Qiyadah) dan manajemen kepemimpinan (Kayfa Al Idaarah).

“Qiyadah secara mikro dulu, kita jaga semua ormas Islam. Kemudian kepemimpinan informal terletak kepada ulama bukan kepemimpinan politik dan siap mengikrarkan diri kepada fatwa ulama. Puncak kehancuran struktur umat Islam karena umat tidak mau terikat oleh fatwa ulama,” tandasnya.

UBN melihat, pasca Aksi Bela Islam, ada kekuatan baru yang tidak memiliki massa dan wadah gerakan yang nyata, yaitu anonymous. Sekelompok aktivis dan hacktivis yang kecewa dengan rezim penguasa. Gerakan dunia maya ini berhasil sampai ke Indonesia dengan diretasnya situs Humas Polri.

“Saya enggak tahu situs Humas Mabes Polri sekarang sudah bisa dibuka atau belum. Kemarin alasannya karena sedang pemeliharaan sistem,” ujarnya.

Melihat semangat umat Islam yang terkonsolidasi dengan baik, UBN merekomendasikan tiga hal. Pertama,
kekuatan politik saat ini harus difokuskan kepada pemimpin-pemimpin muslim.

“Saya tidak berorientasi partainya, tetapi berorientasi pada politisi-politisi Islam,” ungkap UBN.

“Kedua, langkah kekuatan politik umat ini akan mulai di Jawa Barat, Jawa Tengah kemudian Jawa Timur,” lanjutnya.

“Dan ketiga, simpul-simpul tokoh umat harus kita pegang,” pungkasnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita