Sabtu, 10 April 2021

Bruges, Kota Cantik di Belgia

Bruges, Kota Cantik di Belgia

Foto utama: Kanal air di Kota Bruges, Belgia (Foto: Elina/Jurnalis Warga)

Bruges, Swamedium.com– Bruges, sebuah kota cantik di barat laut Belgia. Kota ini seperti dikelilingi tembok tinggi dengan sungai kecil disekitarnya.

Banner Iklan Swamedium

Hari itu kami memulai perjalanan dari Amsterdam menuju Bruges pada Sabtu pagi hari menggunakan bis wisata. Di perhentian bus Bruges, saya sedikit heran karena untuk memasuki kota tersebut serasa akan memasuki sebuah benteng. Kota ini seperti dikelilingi oleh tembok sangat tinggi, dengan sungai-sungai kecil di sekitarnya.

Pintu yang saya anggap seperti pintu benteng ternyata memang menjadi pintu masuk kota Bruges. Masuk ke dalam area kota, saya disambut dengan sekumpulan angsa cantik yang sedang asyik berenang di sebuah kolam.

Pandangan pertama sudah membuat saya jatuh cinta dengan kota ini. Di awal perjalanan memasuki kota, saya disambut oleh lingkungan yang sangat tenang, ditambah beberapa pertokoan yang tidak terlalu mencolok.

Namun itu hanyalah permulaan, menelusuri kota lebih jauh, saya menemukan banyak sekali bangunan-bangunan bergaya abad pertengahan yang sangat gagah berjajar di sepanjang jalan. Seluruh bangunan di kota ini bergaya kuno dan tetap cantik walau dimakan usia. Jalan-jalan di sepanjang kota ini terbuat dari batu, dan terkadang turun naik cukup lumayan untuk membakar kalori di tengah cuaca dingin.

Pada saat itu, sepertinya saya tidak menemukan kendaraan bermesin yang melintas. Justru saya beberapa kali menemukan delman sebagai alat transportasi. Uniknya sang kusir menggunakan kostum tradisional, sebagaimana kostum dari abad pertengahan. Sangat menarik, dan membawa saya seakan tenggelam dalam dongeng-dongeng lawas Hans Christian Andersen.

Foto 1: Delman untuk menyusuri Kota Bruges (Foto: Elina/Jurnalis Warga)

Kanal-kanal membelah kota di mana-mana, angsa berenang, pepohonan rindang, dan suasana yang cukup dingin membuat suasana terasa romantis.

Dari pengamatan saya, sepertinya seisi kota diisi oleh turis. Hal ini mendorong saya untuk bertanya kepada seorang penjaga canal tour, “Kemana orang-orang lokal di kota ini?” Menurut sang penjaga canal tour, pada akhir minggu seperti itu kebanyakan orang lokal akan pergi ke luar kota dan memang seisi kota pada akhir minggu didominasi oleh turis dari berbagai negara.

Terus berjalan kearah pusat kota, keramaian mulai terlihat di sana sini. Tujuan pertama saya adalah menuju De Markt Square. Tempat ini merupakan tempat bersejarah di Bruges sekaligus menjadi pusat keramaian kota. Ketenangan yang saya temukan di awal perjalanan memasuki kota mulai menggeliat. Di area ini banyak terdapat pertokoan, baik yang tradisional maupun modern. Sangat menarik menikmati pemandangan di sini. Di tengah area De Markt square berjajar toko-toko semi permanen yang menjajakan berbagai roti, makanan khas, souvenir, sementara di sekelilingnya berdiri toko-toko yang bersifat lebih permanen.

Foto 2: Permainan ice skating di pusat kota Bruges (Foto: Elina/Jurnalis Warga)

Waffle menjadi sajian utama yang sangat menarik di kafe-kafe maupun toko-toko kecil di area ini. Waffle yang disajikan sungguh menarik dengan berbagai toping yang creamy ditambah buah-buahan segar khas Eropa yang membuat rasa dan penampilan berpadu sempurna. Udara dingin diiringi salju yang mulai turun, aroma waffle yang manis, gedung-gedung cantik, kembali menjadi magnet yang sangat kuat bagi saya untuk berlama-lama menikmati suasana kota. Sungguh beruntung saya bisa menikmati keindahan ini. Seperti lagu dari alm. Chrisye…”sejenak kuterlena akan kehidupan yang fana….”

Berada di Brugge serasa memasuki Eropa di abad pertengahan. Kota ini mendapat julukan sebagai Venecia of The North karena lokasinya yang dikelilingi oleh sungai-sungai kecil dimana pengunjung dapat menyusurinya dengan menggunakan perahu. Brugge menyuguhkan pemandangan bangunan dan arsitektur bergaya gotik khas Eropa yang tertata sangat cantik dan terawat. Jalanan kota berupa conblock-conblock batu semakin mempertegas nuansa Eropa abad pertengahan. Kemolekan kota ini bahkan membuat Nazi Jerman tidak sampai hati menghancurkannya pada Perang Dunia Kedua.

Foto 3: Bangunan megah di Kota Bruges, Belgia (Foto: Elina/Jurnalis Warga)

Di area ini, saya juga sempat mengabadikan sebuah bangunan Menara tinggi dengan lonceng yang gemanya dapat memenuhi penjuru kota. Menurut informasi bangunan ini dibangun pada sekitar tahun 1200, dengan ratusan anak tangga yang menuju langsung ke puncak menara lonceng. Di sekeliling De Markt Square ini banyak terdapat gang-gang yang sangat menarik untuk ditelusuri. Setiap gang akan membawa anda ke pemandangan kota yang cantik.

Di pusat kota Burges ini juga terdapat gereja kuno yang sangat terkenal dengan nama Onze Lieve Vrouwekerk ”Curch of Our Lady”. Menara gereja ini menjulang setinggi 122,3 meter, sehingga menjadi landamark kota Bruges. Di gereja ini terdapat makam dari Duke of Burgundy terakhir yang merupakan raja dari kerajaan Belgia kuno. Dengan pesonanya yang indah sekaligus sarat muatan sejarah, UNESCO menjadikan Bruges sebagai situs warisan dunia sejak tahun 2000.

Foto 4: Bangunan kuno di Kota Bruges, Belgia (Foto Elina/Jurnalis Warga)

Selain dengan berjalan kaki, anda juga dapat menikmati kota Bruges dengan menggunakan wisata kanal. Kanal mengelilingi hampir seluruh kota, menjadi alternatif sempurna untuk menikmati kota ini. Kesan saya terhadap kota ini sangat mendalam dengan kemegahan arsitektur lawasnya, suasana asrinya, serta tradisi yang berpadu dengan modernisasi. Sayang sore datang begitu cepatnya, bis wisata telah menunggu saya untuk menyelesaikan one day trip yang indah di Bruges. (Ocan Sandha, Traveller dan Jurnalis Warga)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita