Kamis, 15 April 2021

BUMN Adhi Karya Akan Terbitkan Surat Utang Rp3,5 Triliun

BUMN Adhi Karya Akan Terbitkan Surat Utang Rp3,5 Triliun

Jakarta, Swamedium.com – Pasar obligasi tahun ini akan diramaikan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menerbitkan surat utang dengan nilai mencapai triliunan rupiah. Salah satunya PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 sebesar Rp3,5 triliun.

Banner Iklan Swamedium

Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto mengatakan, dana yang dihasilkan dari penawaran obligasi itu untuk memperkuat modal kerja, penyertaan pada entitas anak perusahaan serta pelunasan utang obligasi yang sebelumnya juga untuk modal kerja perseroan.

Dalam memenuhi kebutuhan pendanaan, Manajemen Adhi Karya memilih menerbitkan surat utang baru dengan alasan pembiayaannya bersifat jangka panjang.

“Dengan struktur permodalan dan pendanaan jangka panjang yang semakin kuat, Adhi Karya akan menjaga momentum pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Budi Harto, Rabu (24/5).

Adhi Karya telah menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi.

Adapun masa penawaran awal (Book Building) berlangsung pada tanggal 24 Mei dan 8 Juni 2017, tanggal efektif dari OJK pada tanggal 16 Juni 2017, masa penawaran umum 19 Juni 2017 dan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) 23 Juni 2017.

Obligasi Berkelanjutan II Adhi Karya Tahap I Tahun 2017 senilai Rp 3,5 triliun ini berjangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi, dengan indikasi kisaran bunga tetap per tahun dan dibayarkan setiap triwulan.

Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit selama 5 tahun terakhir sejak tahun 2011, perseroan telah membukukan pertumbuhan pendapatan usaha yang terus meningkat. Pendapatan usaha perseroan pada tahun 2016 sebesar Rp 11 triliun, meningkat sebesar Rp 1,6 triliun atau sebesar 17,8 persen dengan jumlah proyek sebanyak 72 proyek.

Laba komprehensif perseroan pada tahun 2016 sebesar Rp404 miliar turun sebesar Rp474 miliar atau 53,95 persen dibandingkan dengan laba komprehensif yang didapat pada tahun 2015 sebesar Rp 878 miliar.

Sedangkan per akhir tahun 2016, total aset perseroan mencapai Rp20 triliun, naik Rp 3,3 triliun atau 198 persen dari pencapaian tahun 2015 sebesar Rp 16 triliun. Jumlah ekuitas perseroan meningkat sebesar Rp 280 miliar atau 5,4 persen menjadi Rp 5.4 triliun dari pencapaian di tahun 2015 sebesar Rp 5,1 triliun. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita