Rabu, 21 April 2021

Jumlah Korban Pemukulan Polisi Saat Aksi KAMMI Bertambah Jadi 9 Orang

Jumlah Korban Pemukulan Polisi Saat Aksi KAMMI Bertambah Jadi 9 Orang

Foto: Salah satu korban mahasiswa pemukulan polisi sedang dirawat. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Korban pemukulan oleh oknum polisi terhadap Mahasiswa anggota KAMMI yang tergabung dalam aksi demonstrasi penegakan hukum yang berkeadilan bertambah menjadi 9 orang.

Banner Iklan Swamedium

Sebelumnya dikabarkan 7 orang dipukuli dan diculik oleh aparat kepolisian, salah satunya merupakan Ketua Umum PP KAMMI, Kartika Nur Rahman.

Belum selesai proses advokasi yang dilakukan ketujuh mahasiswa, korban bertambah 2 orang yaitu Fadel (Kader Bandung) dan Didin (Kader Bandung).

Ketua KAMMI PD Kabupaten Bandung, Yogi Ardiantoro mengatakan kedua korban susulan dapat segera dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat sekitar. “Kemungkinan terjadi patah tulang,” katanya.

Setelah pukul 23.35 akhirnya kedua korban sudah diperbolehkan pulang. Oleh pihak rumah sakit. Sementara Korban pemukulan dan penculikan, Arifin sudah dibebaskan.

“Alhamdulillah Arifin yang ditangkap sudah dibebaskan dan Didin yang cidera (ditendang bagian dada) sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Sekarang kami dalam perjalanan pulang ke Bandung,” kata KP PW KAMMI Jawa Barat, Yusup.

Aksi yang dimulai pukul 14.00 WIB awalnya berlangsung kondusif. Para anggota KAMMI berganti-gantian menyampaikan orasinya. Mereka membawa atribut KAMMI, bendera, serta poster yang berisikan ironi penegakan hukum di indonesia.

Namun sangat disayangkan, semakin lama orasi mahasiswa semakin panas dan polisi menjadi represif dalam menindak mahasiswa. Mahasiswa duduk untuk menenangkan massanya, namun polisi mulai memukul dan menendang massa yang duduk.

Kondisi semakin ricuh, hingga 3 orang mahasiswa menjadi korban luka-luka, dan terdapat 7 orang mahasiswa — Belakangan dikabarkan menjadi 9 orang — yang dipukuli dan diculik oleh polisi termasuk salah satunya ketua umum KAMMI.

Kondisi ricuh membuat mahasiswa mundur dan istirahat dengan dilanjutkan sholat maghrib. Setelah sholat maghrib, mahasiswa melanjutkan menyampaikan sikapnya dan menutup dengan doa. (Ima)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita