Jumat, 23 April 2021

KPPU Akan Selidiki Enam Importir Bawang Putih Yang Diduga Lakukan Kartel

KPPU Akan Selidiki Enam Importir Bawang Putih Yang Diduga Lakukan Kartel

Jakarta, Swamedium.com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan indikasi ada enam perusahaan importir yang menguasai 50 persen pangsa pasar melakukan kartel pengaturan distribusi bawang putih, sehingga harga di pasar tetap tinggi. Atas temuan itu, KPPU memutuskan untuk meningkatkan status dugaan kartel bawang putih dari penelitian ke tahap penyelidikan.

Banner Iklan Swamedium

“Kami menduga terjadi pengaturan pasokan ke pasar mulai dari impornya melalui dua pintu masuk utama impor bawang putih ke Indonesia, yaitu pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan pelabuhan Belawan Medan,” kata Ketua KPPU Syarkawi Rauf.

Komposisi volume impor bawang putih di dua pintu masuk utama tersebut 94 persen melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sisanya melalui pelabuhan Belawan Medan.

Diduga, terdapat lima kelompok pelaku usaha yang menguasai impor bawang putih di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan satu kelompok pelaku usaha menguasai di pelabuhan Belawan Medan.

Saat ini, Indonesia mengimpor sekitar 97 persen kebutuhan bawang putih dalam negeri. Hanya sekitar tiga persen yang dihasilkan sendiri di dalam negeri. Impor bawang putih Indonesia hampir semuanya berasal dari Tiongkok.

“Dugaan pengaturan ini telah berujung pada naiknya harga jual bawang putih di pasaran” ujar Syarkawi dalam keterangan tertulisnya.

Sebelumnya, pada pekan lalu, Satgas Pangan mengamankan 182 ton bawang putih dari sebuah gudang di kawasan Marunda, Jakarta Utara. Diduga, komoditi tersebut sengaja ditimbun agar pelaku usaha dapat meraup keuntungan lebih besar.

Sementara itu, Direktur Merger dan Penyelidikan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Taufik Ariyanto menyebut indikasi bahwa kelompok-kelompok ini tak hanya mengontrol pasokan impor tapi juga distribusinya. “Mereka importir merangkap distributor,” ungkapnya.

Saat ini tim investigator KPPU sedang mengidentifikasi jaringan pelaku, gudang, pasokan kartel ini. “Dalam 1 sampai 2 bulan lagi ada update lah,” tegas dia. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita