Selasa, 20 April 2021

Pertamina Pastikan Stok BBM di Jalur Mudik Tol ‘Brexit’ Dan Sumatera Aman

Pertamina Pastikan Stok BBM di Jalur Mudik Tol ‘Brexit’ Dan Sumatera Aman

Jakarta, Swamedium.com – Pertamina memastikan kasus kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di jalur tol ‘Brexit’ saat arus mudik Lebaran tahun lalu yang mengakibatkan harga BBM melonjak sampai lebih tiga kalilipat dari harga normal tidak terjadi lagi tahun ini. Perseroan memastikan stok BBM aman mulai arus mudik Lebaran sampai kembali lagi ke kota masing-masing.

Banner Iklan Swamedium

Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengatakan Pertamina telah belajar dari kasus ‘Brexit ‘ tahun lalu. Selain di pom bensin, ungkap dia, Pertamina telah memetakan titik-titik untuk memasok BBM seperti di rest area jalan tol, pos-pos, serta yang dibangun pihak kepolisian.

Model layanan BBM Pertamina bisa berupa kios dan tangki BBM atau mobil SPBU serta produk BBM kemasan portabel. Antisipasi juga dilakukan di daerah-daerah wisata yang ramai pasca-Lebaran.

“Kami juga didukung pengawalan dari kepolisian untuk mekanisme contra flow jalan agar bisa memasok ke SPBU supaya stok terjaga. Pokoknya sampai arus balik kita persiapkan sebaik mungkin untuk menjaga kehandalan pasokan BBM bagi masyarakat dan pemudik,” ujarnya.

Berdasarkan data Pertamina sebagaimana dikutip detik.com, posisi stok BBM per 21 Mei 2017 untuk jenis premium sebanyak 1,2 juta kiloliter (kl) atau mencukupi untuk 24 hari ke depan. Menurut M. Iskandar, pasokan BBM di sejumlah daerah yang diperkirakan mengalami kenaikan konsumsi BBM secara signifikan, seperti Jawa Tengah dan Sumatera akan dinaikkan samapi 53% dari rata-rata harian.

kenaikan konsumsi BBM saat libur Lebaran terjadi di hampir semua daerah. Namun, Jawa Tengah dan Sumatera diantisipasi secara khusus karena kenaikan konsumsi di dua daerah itu termasuk paling tinggi, masing-masing 25,8% dan 22,7%, dibanding hari biasa.

“Untuk Pulau Jawa antisipasi kita fokuskan, terutama wilayah Jawa Tengah. Pasokan akan kita tingkatkan sampai 53% dari rata-rata harian. Kita full-kan. Tahun-tahun sebelumnya paling tinggi 29%,” tuturnya.

Dia menambahkan, antisipasi juga dilakukan di daerah penyeberangan di Lampung yang diperkirakan konsumsinya naik sebesar 17%. Posisi stok saat ini lebih tinggi dibanding kondisi normal yang biasanya di bawah 20 hari. Pertamina juga memastikan ketahanan stok untuk BBM jenis lain, seperti pertalite sebanyak 1,1 juta kl, memadai untuk 21 hari ke depan, serta pertamax (798.699 kl) dan Pertamax Turbo (19.250 kl) yang masing-masing cukup untuk 24 dan 22 hari ke depan.

Demikian juga stok solar atau biosolar (1,8 juta kl) cukup hingga 26 hari ke depan, avtur (303.974 kl) cukup untuk 22 hari, LPG (326.371 metrikton) untuk 16 hari, dan minyak tanah (120.821 kl) mencukupi untuk 66 hari.

Pertamina memprediksi, peningkatan konsumsi BBM akan terjadi di hampir semua jenis selama masa satuan tugas (satgas) puasa dan Lebaran yang biasanya ditetapkan mulai H-12 dan H+12 atau dua minggu sebelum dan sesudah Lebaran.

Untuk premium diproyeksikan naik 5% dari rata-rata konsumsi harian, pertalite naik 15%, dan pertamax naik 10%. Begitu juga dengan LPG (8%), avtur (6%), minyak tanah (3%), serta dex dan dexlite (10%). (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita