Kamis, 22 April 2021

Dongkrak Pasar KPR, BSM Kerjasama Dengan Pengembang

Dongkrak Pasar KPR, BSM Kerjasama Dengan Pengembang

Foto: MoU antara BSM dengan PT Jaya Realty. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – PT Bank Syariah Mandiri (BSM) menargetkan pertumbuhan bisnis di pasar kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 13%. Salah satu strategi untuk meningkatkan portofolionya adalah bekerja sama dengan pengembang perumahan skala besar, termasuk PT Jaya Real Property Tbk.

Banner Iklan Swamedium

BSM menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Jaya Real Property Tbk. Perjanjian mencakup pemasaran, fasilitas pembiayaan BSM Griya untuk konsumen perorangan yang akan membeli rumah di proyek perumahan Bintaro Jaya dan Graha Raya.

Senior Executive Vice President BSM Niken Andonowarih mengungkapkan, kerja sama ini sejalan dengan fokus BSM pada segmen ritel. BSM Griya itu sendiri merupakan produk pembiayaan rumah yang menjadi salah satu produk unggulan BSM.

Dia menjelaskan pembiayaan nasabah untuk kepemilikan kebutuhan rumah (landed house) masih menjadi prioritas bagi BSM.

“Kami membidik pertumbuhan 13 persen, karena potensi pembiayaan rumah cukup besar mengingat masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah, Salah satu strategi untuk meningkatkan portofolionya adalah bekerja sama dengan pengembang perumahan skala besar, termasuk PT Jaya Real Property Tbk,” kata Niken dalam penandatanganan kerja sama dengan PT Jaya Real Property seperti dikutip cnnindonesia, Jumat (26/5).

Direktur PT Jaya Real Property Swandayani menilai, kerja sama ini dapat mendorong penjualan.

“Karena, sekarang kami dapat menawarkan alternatif proses kepemilikan rumah dengan cara syariah sekaligus diversifikasi produk” katanya.

Terlebih lagi, sasaran untuk proyek ini adalah masyarakat yang ingin tinggal di smart eco town, yaitu mereka yang masuk dalam pasar kelas menengah muslim. Selain itu, skema pembiayaan berbasis syariah menawarkan cicilan tetap sesuai perikatan murabahah.

“Tidak akan ada gejolak angsuran. Sesuai ketentuan syariah, bank tidak boleh mengubah yang sudah diperjanjikan di awal. Insha Allah, ini lebih aman dan nyaman untuk nasabah. Tentu saja, semua harus diiringi dengan kecepatan proses,” terang dia.

Hingga Maret 2017, BSM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp50,78 triliun atau tumbuh sebesar 9,14 persen (year on year) dari Rp55,42 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 12,47 persen dari Rp63,16 triliun menjadi Rp71,04 triliun dengan dana murah sebesar Rp35,43 triliun atau 49,88 persen dari total DPK. Outstanding pembiayaan Griya per Maret 2017 tercatat sebesar Rp9,27 triliun dengan jumlah nasabah mencapai 44 ribu.

“Kami berharap, kerja sama akan berlanjut untuk proyek Jaya yang lainnya, sehingga menjadi pilihan dan memudahkan konsumen untuk memiliki rumah berdasarkan prinsip syariah” pungkas Niken. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita