Rabu, 21 April 2021

Hari Ini, Ribuan Mahasiswa Tuntut Copot Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolda Metro Jaya

Hari Ini,  Ribuan Mahasiswa Tuntut Copot Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolda Metro Jaya

Foto: Kabid Kebijakan Publik KAMMI Riko Tanjung. (Dok. pribadi Riko)

Jakarta, Swamedium.com – Ribuan mahasiswa di 50 kota di seluruh Indonesia menggelar unjuk rasa menuntut pencopotan Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolda Metro Jaya, Jumat (26/5).

Banner Iklan Swamedium

Dalam siaran persnya, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kartika Nur Rakhman menyatakan, bahwa unjuk rasa yang digelar di 50 kota adalah bentuk solidaritas mahasiswa atas Represifitas, kekerasan, dan penganiayaan yang dilakukan Aparat Kepolisian terhadap aksi unjuk rasa KAMMI pada Rabu (24/5) lalu.

Nur Rakhman menambahkan, Kepolisian harus menghentikan standar ganda dalam menghadapi aspirasi masyarakat. Lanjut Nur Rakhman, mahasiswa dan masyarakat sudah sangat resah dengan standar ganda ýang sudah tidak bisa ditolerir lagi.

“Reformasi di tubuh Kepolisian nampaknya telah gagal. Kepolisian kini menjelma menjadi Tirani baru dalam penegakan hukum Indonesia. KAMMI dan mahasiswa Indonesia akan melawan tirani hukum yang dilakukan oleh aparat negara, baik eksekutif maupun yudikatif,” ujarnya.

Nur Rakhman melanjutkan, Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla harus serius membenahi etika dan kinerja Kepolisian Republik Indonesia. Dimulai dari memberikan Sanksi tegas yakni pencopotan Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolda Metro Jaya sebagai bentuk sanksi dan pelajaran agar tak ada lagi represifitas aparat dalam mengawal Demonstrasi Mahasiswa.

“Mahasiswa adalah penjaga stabilitas kondisi kebangsaan dan pengawal demokrasi. Ini adalah tugas sejarah yang akan dijalankan mahasiswa. Represifitas aparat kepolisian kepada mahasiswa adalah tindakan anti demokrasi dan mengancam stabilitas kondisi kebangsaan. Ini harus dihentikan”, ujar Nur Rakhman.

Sementara Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI Riko Tanjung mengatakan, jika Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolda Metro Jaya tidak segera dicopot maka Presiden Jokowi dinilai telah membenarkan tindakan represif tersebut.

“Bila Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolda Metro Jaya tidak segera dicopot, maka akan menjadi pembenaran bahwa Presiden Jokowi membenarkan dan terlibat dalam tindakan represif dan kekerasan aparat kepolisian”, tandas Riko.

Riko juga mengatakan, kejadian seperti ini tidak perlu terjadi bila aparat kepolisian tidak diskriminatif dan represif dalam mengawal aksi demonstrasi mahasiswa.

“Bila ada aspirasi dan demonstrasi masif dari mahasiswa, ini menunjukkan ada yang salah dalam Negeri ini. KAMMI lahir dari keprihatinan bangsa atas krisis 1998. Tugas sejarah KAMMI adalah merawat dan menjaga Indonesia agar tidak ada lagi krisis serupa 1998 yang menyengsarakan rakyat, merusak tatanan demokrasi dan meruntuhkan keutuhan persatuan Indonesia. Ini semua dilakukan agar Cita-cita Kemerdekaan yang dirumuskan pendiri bangsa bisa diwujudkan tanpa ada yang mendestruksi,” urainya.

Saat dikonfirmasi, untuk KAMMI Jakarta hari ini tidak akan melakukan aksi unjuk rasa karena mereka masih berkabung atas peristiwa ledakan bom di Kampung Melayu.

“Jakarta hari ini kita putuskan nggak turun, karena masih berkabung, bom kampung melayu,” jelas Riko. (ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita