Jumat, 23 April 2021

AYLF Desak Polisi Bebaskan Aktivis KAMMI yang Ditahan

AYLF Desak Polisi Bebaskan Aktivis KAMMI yang Ditahan

Foto: Kabid Kebijakan Publik KAMMI Riko Tanjung. (Dok. pribadi Riko)

Jakarta, Swamedium.com – ASEAN Young Leaders Forum (AYLF) Indonesia mengecam keras tindakan represif polisi pada unjuk rasa ratusan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di depan Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/5) lalu.

Banner Iklan Swamedium

“Tindakan kekerasan yang dilakukan aparat terhadap mahasiswa bahkan aktivis perempuan harus segera diusut,” kata Presiden AYLF, Adhe Nuansa Wibisono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/5) kemarin.

Adhe menegaskan, pihaknya menuntut oknum pelaku harus dijatuhi sanksi berat dan pemecatan atau dapat berimbas kepada tuntutan pencopotan Kapolda Metro Jaya atau Kapolri.

“Segera bebaskan aktivis mahasiswa yang telah diamankan,” tegasnya.

AYLF menilai kepolisian telah berlaku tidak adil dalam memperlakukan aksi unjuk rasa. Hal ini dapat dilihat secara kasat mata dari sikap polisi yang tidak menindak tegas massa pendukung Ahok di depan Lapas Cipinang dan membiarkan unjuk rasa tersebut sampai pagi hari.

“Sedangkan massa KAMMI yang kritis terhadap Jokowi langsung ditindak dengan sikap yang represif,” tukasnya.

Tak hanya itu, AYLF juga mendesak pemerintah Jokowi untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa dalam penyelesaian kasus-kasus korupsi besar yang merugikan negara seperti kasus BLBI, kasus bailout Century dan kasus e-KTP.

“Selama pemerintah abai terhadap kasus ini maka telah terjadi pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat,” tegasnya.

Perlu diketahui, saat unjuk rasa Rabu (24/5) lalu, sembilan orang korban luka-luka, termasuk Ketua Umum PP KAMMI dan ratusan lainnya terkena tendangan dan pukulan polisi saat aksi di depan Istana Negara. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita