Rabu, 21 April 2021

Muslim Cyber Army Jawab Tudingan Pelanggaran Hukum

Muslim Cyber Army Jawab Tudingan Pelanggaran Hukum

Foto: Muslim Cyber Army (Ilustrasi/ist)

Jakarta, Swamedium.com — Munculnya permintaan dari pihak-pihak untuk membubarkan Muslim Cyber Army (MCA) membuat mereka mengeluarkan pernyataan untuk menanggapi hal tersebut.

Banner Iklan Swamedium

Berikut pernyataan MCA tersebut yang diinformasikan melalui saluran telegram muslimcyber.net, Sabtu (27/5):

Sudah Mulai Banyak yang kejang2 ingin membubarkan MCA

Jika Ingin Membubarkan MCA cukup Hentikan semua Aksi Penistaaan Agama Islam dan Mengolok olok Ulama..

Ingatlah Kehadiran Kami disini Hanya Melakukan Perlawanan Bukan untuk menyerang

Kami Hanya Counter Isu Fitnah Kepada Umat yang di sebarkan oleh Mereka yang Mengganggu Kerukunan Umat Beragama di Indonesia.

Muslim cyber army tidak memiliki Ketua dan tidak memiliki Anggota, siapa saja yg membela agama islam di Internet bisa disebut muslim cyber army

Muslim Çyber Army itu sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat kepada kepolisian dalam penegakan hukum dengan mencari orang2 yang menista agama dan ulama ummat Islam untuk diserahkan kepada polisi agar diproses hukum lebih lanjut sampai pengadilan ….

Semua umat muslim yg mempunyai HP/Komputer terakses internet dan membela agamanya itu adalah MCA,

Muslim Cyber Army adalah salah satu strategi menghadapi cyber war. Ia bergerak sendiri untuk membersihkan propaganda/provokasi.

Tidak mungkin ada MCA kalau tidak ada provokator yang memecah bangsa. Essensi Pancasila dan NKRI itu menyatukan bukan pernyataan yg selalu memecah belah bangsa

⬇⬇⬇⬇⬇

Jadi kalau mau aman mintalah mereka penghina itu berhenti memprovokasi dengan hinaan terhadap agama dan ulama ummat Islam ….

#BravoMCA

Takbir.!!

Sebelumnya, seorang yang disebut sebagai koordinator loyalis Jokowi, Sukardiman Sungkono meminta aparat kepolisian menangkap admin dan membubarkan MCA karena meresahkan masyarakat dan mengganggu di dunia maya.

“Kalau tidak setuju ataupun protes melalui lembaga resmi aparat kepolisian, bukan membentuk Muslim Cyber Army dan mendatangi orang-orang yang dianggap melecehkan Islam ataupun ulama,” kata Sukardiman seperti dilansir suaranasional, Jumat (26/5) kemarin.

Kata Sukardiman, keberadaan MCA dinilainya telah melanggar hukum karena melampaui kewenangan aparat kepolisian.

“Kalau di dunia nyata mereka melakukan sweeping, sedang di dunia maya mereka mencari-cari orang yang dianggap melecehkan Islam,” kata Sukardiman.

Sukardiman mengatakan, pola Muslim Cyber Army mirip FPI dan kebanyakan pendukung Habib Rizieq.

“Kalau polisi tidak segera menghentikan MCA akan muncul tandingan lainnya. Ini harus yang diantisipasi karena bisa berdampak pada kondisi nyata di lapangan,” pungkasnya. (ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita