Selasa, 20 April 2021

Ceramah Ingatkan Bangkitnya PKI, Ustadz Alfian Tanjung Dipanggil Polisi

Ceramah Ingatkan Bangkitnya PKI, Ustadz Alfian Tanjung Dipanggil Polisi

Foto: Ustadz Alfian Tanjung. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Polda Metro Jaya akan menjadwalkan kembali pemanggilan Ustadz Alfian Tanjung untuk diperiksa sebagai saksi terkait ceramahnya yang mengingatkan telah ada indikasi bangkitnya kembali Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia.

Banner Iklan Swamedium

“Pemberitahuan. Senin, Tanggal 29 Mei 2017 saya diperiksa sebagai saksi terlapor di Bareskrim Merdeka Selatan. Mohon doanya. Kasus Ceramah PKI-PKC di Masjid Mujahidin Surabaya,” kata Ustadz Alfian Tanjung melalui pesan tertulisnya, Minggu (28/5) malam.

Sebelumnya pada Januari lalu, Pengurus Masjid Mujahidin Surabaya memutar video ceramah Ustadz Alfian Tanjung yang berisi tentang keberadaan kader-kader PKI di lingkaran istana.

Video tersebut dilaporkan oleh seorang warga Surabaya, Sujatmiko ke kepolisian karena dianggap menyebarkan ujaran kebencian.

Dalam kasus ini, Pengurus Masjid Mujahidin Surabaya sudah diperiksa Bareskrim Polri pada Jumat 19 Mei 2017 lalu.

Sebelumnya pada Januari lalu, Ustadz Alfian Tanjung dalam salah satu ceramahnya menyebut ada rapat PKI di Istana Negara setiap pukul 20.00 WIB. Dia mengaku tidak asal bicara.

“Saya ini umurnya sudah lebih dari 50an (tahun), saya aktifis dari tahun 1982. Maksudnya bukan soal gagah-gagahan umur, artinya nggak masuk akal kalau gue ngomong cuma buat cari koreng, kalau bahasa Betawinya,” kata Ustadz Alfian, Selasa 24 Januari lalu.

“Ini yang saya sampaikan karena saya tahu, karena saya menekuni (mempelajari) gerakan PKI sudah hampir 30 tahun ini,” sambungnya.

Soal info terkait rapat PKI itu, dia mengaku memiliki sejumlah sumber. “Saya gak mungkin ngomong kalau nggak tahu,” imbuh Ustadz Alfian.

Ia menyebut dirinya menyampaikan ceramah itu dengan sejumlah data yang memang dia miliki. Rapat itu, katanya, kerap digelar di Istana menjelang tengah malam.

“Ya orang-orang pulang mereka pada datang. Rapatnya sih bukan jam 20.00 WIB, (rapatnya) jam 21.00 WIB, jam 22.00 WIB, jam 23.00 WIB. Itu mereka ngobrol-ngobrol, itu udah engga kebantah. kalau memang dari awal, dari awal lah saya ditegur,” tutur Ustadz Alfian.

Untuk diketahui bahwa Ustadz Alfian Tanjung sempat disomasi Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki ke polisi terkait tuduhan menghina seperti PKI. Teten melapor ke Bareskrim Polri beberapa waktu lalu.

Dalam ceramah yang tersebar di situs YouTube, Alfian Tanjung menyebut beberapa nama. Dia menyebut rapat-rapat di istana saat ini dipimpin sederet kader-kader PKI. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita