Selasa, 20 April 2021

Poso Diguncang Gempa 6.6 SR

Poso Diguncang Gempa 6.6 SR

Foto: Pusat Gempa Bumi di Poso, Sulawesi Tengah. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa di Poso, Sulawesi Tengah.

Banner Iklan Swamedium

Gempa dengan kekuatan 6,6 SR dengan pusat gempa di 38 kilometer Barat Laut Poso, 58 kilometer Timur Laut Sigi atau 75 kilometer di Tenggara Palu Provinsi Sulawesi Tengah pada Senin (29/5) pukul 21.35 WIb.

“Pusat gempa di darat pada kedalaman 10 kilometer. Gempa tidak berpotensi tsunami,” demikian tulis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan tertulisnya, Senin (29/5).

Sutopo mengatakan, Posko BNPB telah mengonfirmasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Berdasarkan laporan sementara gempa dirasakan kuat selama 20 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah di Kabupaten Poso.

“Sementara itu masyarakat di Sigi, Palu dan Morowali Utara merasakan gempa sedang selama 5 detik. Sebagian masyarakat keluar rumah,” ujarnya.

Hingga saat ini, masyarakat masih berada di luar rumah karena terjadi gempa susulan dengan kekuatan 5 SR berpusat di 51 kilometer Timur Laut Sigi Provinsi Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 kilometer pada pukul 21.53 Wib. Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi ini merupakan gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Lokal.

Sutopo menjelaskan, berdasarkan analisis peta gempa dirasakan keras dengan intensitas V-VI MMI di Kabupaten Poso meliputi wilayah di Poso, Poso Pesisir Utara, Poso Pesisir, Sausu, Torue dan Lore Timur.

Ia juga menyebutkan beberapa daerah yang merasakan gempa adalah:
– Palu dan Sigi, dalam skala intensitas III-IV MMI (ringan).
– Toli-Toli, Pasang Kayu dan Tana Toraja, dalam skala intensitas III MMI (lemah).
– Gorontalo, Boalemo dan Bone Bolango, dalam skala intensitas II-III MMI (lemah).
– Palopo, Masamba dan Balikpapan, dalam skala intensitas II MMI . Di daerah ini guncangan gempabumi dilaporkan dirasakan oleh banyak orang.

Saat ini, lanjut Sutopo, BPBD setempat masih melakukan pemantauan di lapangan. Juga belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa. Ia menuturkan, daerah yang memiliki intensitas gempa VI MII umumnya mengalami kerusakan bangunan yang kontruksinya sederhana.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu tsunami. Tidak ada potensi tsunami terkait gempa 6,6 SR dan susulannya,” kata Sutopo.

Ia juga memastikan, dampak akibat gempa akan disampaikan pada kesempatan berikutnya.

“Posko BNPB masih terus memantau perkembangan penanganan dampak gempa dengan berkoordinasi dengan BPBD dan unsur lainnya,” pungkasnya. (ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita