Jumat, 21 Januari 2022

Bulog Minta Pedagang Daging Kerbau Beku Taati HET

Bulog Minta Pedagang Daging Kerbau Beku Taati HET

Jakarta, Swamedium.com – Pedagang banyak yang ‘nakal’. Perum Bulog menyesalkan para pedagang di Pasar Kebayoran Lama dan Pasar Palmerah, Jakarta Selatan yang menjual daging kerbau beku dengan harga Rp 100 ribu per kg atau lebih mahal Rp20 ribu dari Harga Tertinggi Eceran (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp80.000 per kg.

Banner Iklan Swamedium

Menurut Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Karyawan Gunarso, seharusnya pedagang menjual daging kerbau beku maksimal Rp 80 ribu per kg.

Karyawan menjelaskan para pedagang membeli daging kerbau beku dari Bulog rata-rata seharga Rp 60 ribu per kg. Bila dijual Rp 80 ribu per kg, artinya pedagang sudah mendapatkan untung Rp 20 ribu per kg atau lebih 33% per kg.

“Kita kan jual di harga misalnya Rp 60 ribu per kg dengan HET Rp 80 ribu per kg, kan ada share sekitar Rp 20 ribu per kg. Sudah kita hitung ada room besar, enggak ada alasan jual segitu (Rp 100 ribu per kg),” ungkap Karyawan kepada kalangan media, di awal pekan ini.

Karyawan mengakui saat ini harga jual daging kerbau beku di Bulog mengalami kenaikan harga menjadi Rp 63 ribu per kg.

“Daging kerbau yang disimpan lama sejak dia datang, itu kan ada cost buat simpan, kemudian biaya susut dan biaya bunga. Karena semua yang dibeli Bulog itu kan pakai fasilitas komersial. Makanya, dari Rp 56 ribu per kg jadi Rp 63 ribu per kg,” paparnya.

Tetapi bila pedagang menjual dengan harga Rp 80 ribu per kg, itu artinya pedagang masih mendapatkan untung besar sekitar Rp 17 ribu per kg.

“Dijual sesuai HET kan Rp 80 ribu per kg. Ada room (margin) di situ,” jelasnya. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita