Jumat, 21 Januari 2022

Gempa Poso, Puluhan Rumah Warga Rusak

Gempa Poso, Puluhan Rumah Warga Rusak

Foto: Puluhan rumah warga di Poso rusak akibat gempa 6,6 SR. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Pasca gempa 6,6 skala richter melanda Poso, Sulawesi Tengah, Senin (29/5) malam, banyak rumah warga yang rusak. Akibat gempa, tiga warga luka berat tertimpa bangunan yang roboh.

Banner Iklan Swamedium

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, wilayah Kabupaten Poso terdampak keras dengan intensitas V-VI MMI.

Berdasarkan data dari BPBD Poso, korban yang terluka sebanyak 2 warga luka berat dan 1 luka ringan di Desa Sedoa, Lore Utara-Timur. Di desa ini juga satu gereja da polindes roboh, serta puluhan rumah warga retak.

“Dampak di Desa Alitupu mencakup 1 rumah roboh dan 1 warga usia senja mengalami luka berat, sedangkan di Desa Wuasa, 3 rumah retak dan rekahan tanah yang mengeluarkan lumpur dan bau belerang. Pantauan BPBD, wilayah Lore Utara-Timur merupakan wilayah yang mengalami kerusakan terparah,” kata Sutopo dalam rilisnya, Selasa (30/5).

Sementara itu di wilayah Kota Poso, sebagian depan bangunan BNI roboh dan jembatan panjang yang berlokasi di dekat pos ‘smaker’ retak.

Pada wilayah Poso Pesisir, kerusakan terjadi di Desa Towu, yang terdiri dari 2 rumah warga roboh, 19 rumah warga retak serta 1 korban luka. Kerusakan di wilayah Poso Pesisir Utara mencakup Desa Kilo (1 rumah waga roboh), Desa Bakti Agung (1 rumah roboh), Desa Tambrana (pagar dan bangunan di SMP 2 roboh).

Pemerintah setempat juga melaporkan bahwa bangunan parkir milik polsek di wilayah Kecamatan Lage, Poso, roboh, sedangkan tidak ada dampak kerusakan maupun korban di wilayah Poso Pesisir Selatan, seperti Pamona dan Lore Tengah.

Sebelumnya, Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah melaporkan gempa berkekuatan 6,6 yang belokasi di 38 kilometer Barat Laut Poso, 58 kilometer Timur Laut Sigi atau 75 kilometer di Tenggara Palu, Provinsi Sulawesi Tengah pada Senin (29/5), pukul 21.35 WIB. Pusat gempa di darat pada kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Hingga saat ini sudah terjadi gempa susulan sebanyak 14 kali dengan intensitas gempa yang terus mengecil. Hal ini adalah alamiah dimana sistem lempeng mencari keseimbangan setelah terjadi gempa,” tambah Sutopo. (*/d)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita