Jumat, 21 Januari 2022

Usai Diperiksa Terkait Ceramah Anti PKI, Ustadz Alfian Tanjung Ditahan Polisi

Usai Diperiksa Terkait Ceramah Anti PKI, Ustadz Alfian Tanjung Ditahan Polisi

Foto: Ustadz Alfian Tanjung (berpeci) bersama empat pengacaranya berfoto sesaat sebelum penahanan dirinya. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Ustadz Alfian Tanjung resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri dan langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan di Mabes Polri, Senin (29/5) kemarin.

Banner Iklan Swamedium

Penetapan tersangka Ustadz Alfian terkait ceramahnya yang membongkar keberadaan PKI di Indonesia saat berceramah di Masjid Mujahidin, Surabaya pada Januari lalu. Ceramah ustadz Alfian itu dilaporkan ke polisi, Sudjatmiko seorang warga asal Surabaya dengan nomor laporan LP : LPB/451/IV/2017/UM/JATIM, tertanggal 11 April 2017.

Pemeriksaan terhadap Ustadz Alfian dimulai sekitar pukul 13:00 WIB sampai 21:00 WIB, dengan jeda waktu untuk istirahat (waktu shalat Ashar, Magrib, dan juga Isya’) dan pengoreksian BAP samapi pukul 23:15 WIB.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyidik Unit V, Direktorat Tindak Pidana Umum, Bareskrim Mabes Polri, Alfian didampingi oleh empat orang pengacara yakni M. Junaedi, Helmy Al-Jupri, Ahmad Husein, dan juga Ahmad Muhtar yang mewakili 45 pengacara yang tergabung dalam LBH Catur Bhakti dalm Aliansi Advokat Muslim NKRI.

“Terkait pertanyaan yang diajukan, setidaknya ada 52 banyaknya. Pada pukul 00:15 WIB, Alfian Tanjung menandatangani surat penangkapan dan penahanan atas dirinya,” ujar M Junaedi.

Junaedi mengungkapkan, pemeriksaan itu merupakan pertama kali dan ustadz Alfian Tanjung masih sebagai saksi dan langsung dijadikan tersangka.

“Akan tetapi pada jam 00.15 WIB, Selasa, 30 Mei 2017 dan yang bersangkutan disodori surat penangkapan (SP.Kap/45/V/2017/Dit.Tipidum) dan surat penahanan (SP.Han/25/V/2017/Dit.Tipidum) yang langsung ditandatangani Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Herry Rudolf Nahak,” pungkasnya. (ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita