Jumat, 21 Januari 2022

Mana Yang Lebih Untung, Investasi Emas Atau Perak?

Mana Yang Lebih Untung, Investasi Emas Atau Perak?

Jakarta, Swamedium.com – Saat Ramadan tiba biasanya toko emas ramai dikunjungi oleh pembeli yang ingin melengkapi penampilannya berlebaran di kampung halaman dengan perhiasan. Sebagian perempuan masih menganggap emas sebagai simbol kemewahan, kekayaan dan kesuksesan. Tapi kali ini, kita justru akan membahas emas dan perak sebagai pilihan investasi.

Banner Iklan Swamedium

Lebih menguntungkan mana ya, berinvestasi di emas atau perak? Dari zaman orang tua kita, emas sebagai pilihan investasi sudah populer. Sedangkan perak belum dianggap sebagai perhiasan berharga. Perak masih kalah peminat dibandingkan emas karena sebagian besar orang masih meyakini bahwa satu-satunya logam mulia yang dapat dijadikan pilihan investasi hanyalah emas.

Nyatanya, perak bisa dijadikan pilihan investasi ketimbang emas. Meskipun sama-sama menarik untuk dijadikan pilihan investasi, keduanya memiliki perbedaan dari berbagai sisi. Penasaran apa saja perbedaannya? Berikut ini, cermati.com menyajikan informasi lengkap mengenai perbandingan investasi emas dan perak.

Pada dasarnya, berbagai macam bentuk emas dan perak bisa dijadikan investasi. Secara kasat mata, kedua jenis logam mulia ini memiliki perbedaan, di antaranya:

Emas

Emas secara fisik dapat digolongkan menjadi dua jenis: batangan dan dinar. Sementara perak secara fisik dibagi menjadi dua: batangan dan dirham (koin perak).

Emas batangan dan dinar diproduksi PT Aneka Tambang (Antam). Begitu juga dengan perak batangan dan dirham juga diproduksi PT Antam.

Semua bentuk fisik batangan dan dinar/dirham yang diproduksi PT Antam disertai dengan sertifikat resmi sehingga sangat likuid dan bisa diperjualbelikan secara global. Dalam bentuk fisik, keduanya juga sering ditemui sudah menjadi perhiasan dengan berbagai macam variasi, seperti batu mulia dan lainnya. Tidak disarankan untuk investasi dalam bentuk perhiasan karena harga jualnya bisa menurun.

Secara nonfisik, investasi emas dan perak bisa dilakukan melalui trading online. Mekanisme dan cara kerjanya sama sekali berbeda dengan investasi secara fisik (batangan/dinar/dirham). Sistem trading emas dan perak secara online mirip dengan trading foreign exchange (forex). Bagi muslim, tidak disarankan berinvestasi di trading online komoditas seperti ini, sebab mengandung unsur spekulasi/judi dan abu-abu/ketidakjelasan, sehingga haram hukumnya.

Di bawah ini adalah perbandingan antara emas dan perak yang bisa membantu Anda dalam mempertimbangkan pilihan investasi.

1. Antara Emas dan Perak, Manakah yang Berisiko dalam Investasi?

Sebagai investor, salah satu aspek yang pertama kali wajib diperhatikan adalah risiko investasi itu sendiri. Emas dan perak memiliki keterbatasan karena keduanya berbentuk fisik. Jika berinvestasi di kedua logam tersebut, harus memiliki tempat yang aman. Ada banyak fasilitas penyimpanan emas ataupun perak semisal di Pegadaian. Kelemahannya, menitipkan ke dalam brankas akan dikenai biaya penitipan.

Kira-kira manakah yang berisiko antara investasi emas dan perak? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tidak bisa langsung segera diputuskan. Hal yang paling memengaruhi adalah kejelian investor itu sendiri karena adanya dinamika pasar yang bisa sangat fluktuatif.

Jika dilihat dari likuiditas emas dan perak, emas lebih likuid karena sebagian besar orang di Indonesia lebih menyukai emas sebagai pilihan investasi.

Lantas, apakah investasi emas lebih disarankan? Tentu saja tidak. Sebab harga emas juga fluktuatif. Yang paling penting di sini adalah kejelian dalam menentukan kapan kita harus membeli ataupun menjual. Jika tepat, investasi perak juga bisa maksimal.

2. Antara Emas dan Perak, Manakah yang Memberi Return Terbaik?

Untuk yang satu ini, selama keduanya ditargetkan untuk investasi jangka panjang, keduanya memiliki prospek yang bagus. Alasannya:

Nilai emas dalam jangka waktu yang panjang akan semakin meningkat yang tentunya akan membuat nilai investasi otomatis juga meningkat. Perak juga demikian. Dalam jangka waktu panjang, nilainya akan terus bertambah.

Kalau keduanya diinvestasikan dalam bentuk batangan, sama-sama menguntungkan. Namun, perlu diketahui juga bahwa harga perak batangan dalam periode tertentu bisa naik lebih tinggi dibandingkan dengan pergerakan harga emas batangan.

3. Antara Emas dan Perak, Manakah yang Volatilitasnya Tinggi?

Banyak yang mengatakan bahwa faktor paling menentukan volatilitas harga emas adalah kebijakan moneter global semisal tingkat suku bunga dan tingkat inflasi. Sementara perak ditentukan permintaan industri. Inilah kunci perbedaan dari kedua jenis investasi di atas.

4. Antara Emas dan Perak, Manakah yang Permintaannya Lebih Tinggi?

Sebenarnya, kalau berbicara mengenai permintaan pasar, perak lebih unggul dibandingkan dengan emas. Alasannya jelas karena emas tidak begitu dibutuhkan bagi sektor industri. Bahkan, kalau melihat statistik global, permintaan emas sebagai perhiasan cenderung menurun.

Meskipun demikian, emas memiliki kontrol yang tinggi sehingga pergerakan harganya bisa bagus. Faktor-faktor yang mendorong pergerakan harga emas erat hubungannya dengan kebijakan moneter ataupun kondisi ekonomi secara global.

Di sisi lain, perak sangat dibutuhkan di berbagai macam sektor industri karena perak memiliki sifat yang kuat serta mudah dibentuk. Perak sering dimanfaatkan sebagai perhiasan dan bahkan dijadikan sebagai bahan pokok di berbagai industri listrik karena sifatnya sebagai konduktor. Inilah yang membuat permintaan perak sangat tinggi.

Keduanya Menjadi Solusi Investasi yang Menjanjikan

Dilihat dari kelebihan dan kekurangannya, emas ataupun perak menjadi salah satu solusi investasi yang menjanjikan. Keduanya dapat menjadi alternatif sebagai penyeimbang portofolio investasi Anda. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita