Jumat, 21 Januari 2022

Aliansi Sekretariat Perjuangan Bersama Tantang Jokowi Perang

Aliansi Sekretariat Perjuangan Bersama Tantang Jokowi Perang

Foto: Yudi Syamhudi. (Dipo/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) Yudi Syamhudi Suyuti memberikan tantangan kepada Presiden Joko Widodo dan jajarannya untuk berhadapan langsung dengan rakyat. Pasalnya, pemerintahan Jokowi dinilai telah melakukan kejahatan kemanusiaan.

Banner Iklan Swamedium

“Presidium MRI, khususnya saya sebagai Ketua akan berhadapan langsung dengan rezim Jokowi dan jaringan kekuasaannya juga para konglomerat taipan. Dimana kelompok Jokowi ini telah terdata melakukan kejahatan kemanusiaan terberat untuk memberikan Indonesia kepada Cina melalui proyek-peroyek infrastruktur. Dan sentralnya ada di Reklamasi Jakarta,” kata Yudi melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (3/6).

Yudi mengatakan, gerakan perlawanan yang akan dipimpinnya, dimulai setelah terbitnya rekomendasi dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

“Kita akan melakukan gerakan setelah terbitnya rekomendasi Komnas HAM. Saya telah laporkan ke Komnas HAM, dan kita selesaikan juga di Komnas HAM sampai mendapat rekomendasi menuju Sidang Istimewa,” ujarnya.

Yudi juga mendesak pemerintahan Jokowi untuk tidak melakukan kriminalisasi terhadap para ulama, aktivis lainnya untuk menghentikan gerakan perlawanan mereka.

“Saya juga menegaskan bahwa Jokowi, Pembantunya, jaringan kekuasaan dan konglomerat taipan untuk tidak menggangu ulama, aktivis dan tindakan-tindakan kriminalisasi lainnya untuk para pembela kebenaran,” tandasnya.

“Saya minta rezim Jokowi berhadapan dengan saya secara jantan dan saya bertanggung jawab untuk melindungi dan membebaskan para ulama dan aktivis yang dikriminalisasi,” lanjutnya.

Bahkan, untuk memimpin gerakan perlawanannya itu, Yudi menantang pemerintahan Jokowi untuk berperang secara politik, hukum, dan diplomasi.

“Saya mengajak anda (Jokowi) berperang secara politik, hukum dan diplomasi yang cerdas. Dan saya ingatkan untuk jangan ganggu tokoh senior kami Sri Bintang Pamungkas dan tokoh-tokoh aliansi lainnya,” tegasnya.

“Jangan sampai terjadi hal-hal yang merugikan kalian sendiri. Karena kita tetap konsisten melalui perang reklamasi sebagai pintu sidang istimewa. Dan kami akan menang,” sergahnya.

Dengan adanya gerakan perlawanan ini, Presidium MRI berpendapat, perubahan pimpinan organisasi milik rakyat seperti kembali ke UUD 45 asli dengan memperkuat hak-hak pribumi, mencabut mandat Jokowi sebagai Presiden dan membentuk pemerintahan transisi adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi.

“Saya minta Jokowi gunakan jalur-jalur hukum yang benar, tanpa rekayasa-rekayasa. Jika rezim Jokowi merekayasa gerakan aliansi ini, saya tidak menjamin rezim Jokowi dan jaringan kekuasaannya beserta para taipan konglomerat terjadi masalah yang membahayakan mereka,” ucap Yudi.

Sebelumnya, pasca pertemuan antara Presidium MRI, presidium Alumni 212 dan GNPF MUI, mereka sepakat membentuk Sekretariat Perjuangan Bersama dengan Presidium MRI sebagai pimpinan aliansi tersebut.

Aliansi tersebut tidak menghilangkan garis perjuangan masing-masing organisasi, akan tetapi melalui aliansi tersebut, mereka memiliki agenda untuk mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat.

Selain itu aliansi akan bekerjasama untuk mendorong Sidang Istimewa MPR melalui mekanisme konstitusi dan hukum yang berlaku saat ini. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita