Jumat, 21 Januari 2022

Respon Aduan Warga, Aleg FPKS DKI Sidak ke Pasar Minggu

Respon Aduan Warga, Aleg FPKS DKI Sidak ke Pasar Minggu

Foto: Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Ahmad Yani sidak ke Pasar Minggu, Jaksel. (Dok. FPKS DKI)

Jakarta, Swamedium.com — Anggota Legislatif Fraksi PKS (FPKS) DPRD DKI Jakarta Ahmad Yani, merespon cepat perwakilan warga yang pada Selasa (30/5) terkait rencana Pembangunan Pasar dan Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa) di lahan Pasar Minggu.

Banner Iklan Swamedium

Wakil rakyat PKS daerah pemilihan Jakarta Selatan ini menemui perwakilan warga di Masjid Palapa sekaligus menunaikan ibadah shalat Ashar berjamaah.

Selesai pertemuan singkat di Masjid, Yani kemudian melakukan inspeksi mendadak ke lapangan bersama Lurah Pasar Minggu, para Ketua RW dan Tokoh Masyarakat.

Menurut Yani, dirinya mendapatkan informasi dari Lurah dan perwakilan warga, bahwa rencananya, tanah milik PD Pasar Jaya tersebut akan dibangun 3 Tower yang masing-masing tower akan dibangun 24 lantai, yang kegunaannya untuk pasar di lantai 1 sampai 5 dan lantai 6 sampai 24 untuk Rusunawa.
Sementara di sebelah tower juga akan dibangun terminal yang merupakan tanah milik Dinas Perhubungan.

“Temuan-temuan di lapangan akan kami tampung untuk kami bawa dalam rapat rapat koordinasi dengan komisi dan dinas terkait,” jelas pria yang akrab disapa bang Yani ini, di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (2/6) lalu.

Yani melanjutkan, permintaan masyarakat yang diwakili oleh para RW dan RT serta LMK sekelurahan Pasar Minggu terkait pembangunan Tower dan Terminal yang akan dibangun harus memenuhi syarat Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) yang sampai saat ini belum ada.

Dan rencananya, lanjut Yani, dalam waktu dekat perwakilan warga akan bertemu Komisi B DPRD DKI Jakarta yang bermitra dengan PD Pasar Jaya dan Komisi V DPR RI yang bermitra dengan Kementerian PUPR.

“Jika persyaratan amdal terpenuhi, perwakilan warga meminta agar para pedagang pasar yang ada dapat ditampung semua di pasar tersebut dengan harga yang dapat dijangkau oleh para pedagang yang sudah berjualan sejak lama,” harap Yani.

Foto: Pusat kuliner di Pasar Minggu yang berdekatan dengan lokasi penampungan sampah sementara. (Dok. FPKS DKI)

Selain itu, kata Yani, mengenai pembuangan sampah pasar dan warga lingkungan yang selama ini deponya ditutup karena berdekatan dengan lokasi binaan kuliner Jakarta, perwakilan warga meminta dialihkan ke tanah Rawa Minyak yang menjadi milik Pemprov DKI Jakarta seluas lebih kurang 4,5 ha agar dapat dimanfaatkan untuk penampungan sampah sementara.

Yani juga akan berkoordinasi dengan Komisi D yang bermitra dengan Dinas Tata Air agar mendapatkan solusi terbaik, karena Dinas Tata Air ini yang memegang kunci gerbang tanah Rawa Minyak, untuk dapat mengizinkan lahan tersebut digunakan sebagai lahan penampungan sampah yang ada di wilayah Kelurahan Pasar Minggu dan sekitarnya.

“Saya dan Fraksi PKS siap mengadvokasi dan mendampingi warga untuk menyelesaikan keluhan dan persoalan ini,” tegas Yani mengakhiri. (ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita