Jumat, 21 Januari 2022

Grup Charoen Pokphand Gagal Beli Waralaba 7 Eleven

Grup Charoen Pokphand Gagal Beli Waralaba 7 Eleven

Jakarta, Swamedium.com – Waralaba restoran dan convenience store 7-Eleven atau Sevel gagal berpindah kepemilikan karena negosiasi antara PT Modern Internasional Tbk (PT MDRN) sebagai pemilik dengan PT Charoen Pokphand Restu Indonesia (PT CPRI) sebagai calon pembeli tidak mencapai kesepakatan.

Banner Iklan Swamedium

Kegagalan transaksi tersebut terungkap dari pernyataan Direktur PT MDRN Chandra Wijaya dalam surat keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Kami bermaksud menginformasikan bahwa rencana transaksi material perseroan atas penjualan dan transfer segmen bisnis restoran dan convenience store di Indonesia dengan merek waralaba 7-Eleven beserta aset-aset yang menyertainya oleh PT Modern Sevel Indonesia sebagai salah satu entitas anak dari Perseroan kepada PT Charoen Pokphand Restu Indonesia, mengalami pembatalan karena tidak tercapainya kesepakatan atas pihak-pihak yang berkepentingan,” tulis Chandra Wijaya kepada BEI.

Sebelumnya, PT MDRN selaku induk usaha waralaba asal Amerika Serikat 7-Eleven yang belakangan merugi dan menutup banyak gerai di Jakarta ini mengumumkan penjualan 7 Eleven dengan nilai transaksi Rp1 triliun. Adapun pembeli yang digadang-gadang adalah PT CPRI, anak usaha dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, perusahaan yang bergerak di bisnis pakan ternak.

Antara PT Modern Sevel Indonesia dan PT Charoen Pokphand Restu Indonesia telah meneken kesepakatan akuisisi bisnis itu pada 19 April 2017 dan akuisisi ini rencananya akan diselesaikan sebelum tanggal 30 Juni 2017.

Akibat pengumuman transaksi tersebut batal, harga saham MDRN terjun bebas pada sesi kedua perdagangan kemarin menyentuh level terendah, yaitu 51 per lembar saham. Padahal pada sesi pagi, saham MDRN masih dibuka di level 58 per lembar saham.(maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita