Minggu, 29 November 2020

Kampanye Hitam LSM Asing Soal Sawit Harus Dilawan

Kampanye Hitam LSM Asing Soal Sawit Harus Dilawan

Jakarta, Swamedium.com – Anggota Komisi IV DPR Firman Subagyo minta pelaku industri sawit nasional mewaspadai kampanye hitam dari LSM asing yang bermotif bisnis yang jahat, yakni mematikan industri sawit nasional. Seluruh pihak yang berkepentingan, termasuk pemerintah harus serius melawannya.

Firman menegaskan bahwa LSM asing yang acapkali menyerang industri sawit nasional, perlu dilawan. Untuk itu, pemerintah diharapkan bisa lebih serius dalam membela industri sawit yang terbukti berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

“Saya kira, kampanye hitam dari LSM asing, ada motif bisnis. Ya, harus dilawan,” tegas usai seminar sawit yang digelar Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang dirilis inilah.com, di Jakarta, Rabu (21/6).

LSM atau NGO asing yang dimaksud politisi Golkar ini, diantaranya Mighty Earth (AS) dan AidEnvironment (Eropa/Belanda) yang rajin menebar informasi miring soal industri perkelapa-sawitan di Indonesia. “Ke depan, DPR ingin sektor ini dilindungi. Makanya kita dorong lahirnya UU Perkelapasawitan yang saat ini sedang dibahas di DPR,” papar Firman.

Firman melanjutkan industri sawit memiliki potenai ekonomi yang mumpuni. Dari ekspor sawit, terkumpul devisa sebesar US$20 miliar per tahun. “Sawit menjadi salah satu potensi pengurangan pengangguran, kelapa sawit juga dapat menjadi jawaban untuk keseimbangan antara Pulau Jawa dengan Luar Jawa”, kata dia.

Ke depan, lanjut Firman, penjualan industri kelapa sawit kepada pihak asing, perlu dibatasi. “Namun bila yang sudah berjalan tidak ada masalah, terkecuali yang baru. Dan, UU Perkelapa Sawitan yang dirancang DPR, sudah hampir 90 persen. Ini harus dikebut kalau tidak kita akan jauh ketinggalan dari Malaysia,” jelas Firman.

Sri Adiningsih yang menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), menyampaikan, industri sawit Indonesia berpeluang menjadi nomor satu di dunia.

“Sawit di Indonesia penting sekali dalam pembangunan di Indonesia. Saya yakin dan sudah melihat sendiri, sawit itu perkembangannya luar biasa. Banyak menyerap tenaga kerja. Apalagi ekspor sawit terus meningkat. Kita menjadi salah satu pengekspor terbesar di dunia. Namun, sampai saat ini, sawit belum sampai diolah sampai ke sektor hilir,” papar Sri.

Kata Sri, perkebunan sawit khususnya milik rakyat, belum cukup signifikan karena produktifitasnnya masih rendah. Perkebunan sawit rakyat terhampar cukup luas, namun hasilnya belum maksimal dibandingkan perkebunanan swasta.

Di Papua, pertumbuhan perkebunan kelapa sawit cukup tinggi. Alhasil, perekonomian masyarakat di sana, bergerak positif. Demikian pula peenyerapan tenaga kerjanya cukup tinggi.

Terkait kampanye hitam, Sri menilainya sebagai tantangan. Indonesia sebagai penghasil sawit terbesar di dunia, membbuat kompetitor merasa tak nyaman. Mau tak mau, mereka melancarkan kampanye negatif, termasuk dengan melibatkan LSM. Ya itu tadi, Mighty Earth (AS) dan AidEnvironment (Eropa/Belanda). (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.