Jumat, 25 September 2020

Ada yang Salah dengan Silaturahmi GNPF-MUI dan Jokowi?

Ada yang Salah dengan Silaturahmi GNPF-MUI dan Jokowi?

Foto: Ketua GNPF MUi Ustadz Bachtiar Nasir bersalaman dengan Presiden RI Joko Widodo. (Dok. Kapitra Ampera)

Oleh: Murhali Barda*

Jakarta, Swamedium.com — Kacau sekali membaca ulasan media anti Islam dan para komentatornya yang mengulas Pertemuan antara Tokoh GNPF-MUI dengan Jokowi.

Mereka membully habis bahkan dikatakan ada maunya….. Pertemuan itu.
Mereka katakan umat digiring kesana sini hanya untuk hajat dan kepentingan tertentu.

Mari kita cermati dan buka hati, bacalah uraian ini perlahan-lahan agar engkau mengerti.

1. Sejak awal pembentukan GNPF-MUI adalah memang memiliki MAU untuk mendapatkan PERHATIAN PEMERINTAH atas kasus Ahok yang telah melakukan Penistaan agama.

2. GNPF-MUI menjadi Gerbong Umat Islam dalam menuntut Keadilan Hukum dan Pemerintah terlalu menganggap ENTENG masalah penistaan agama ini, hingga akhirnya GNPF-MUI menjadi bola Salju dan dianggap MEMBAHAYAKAN pemerintah itu sendiri.

3. Gerakan GNPF-MUI adalah sebuah Gerakan yang Sah dan Legal di alam Demokrasi. So… Jangan SEE WHAT gitu loh.

4. Kembali GNPF-MUI meminta Perhatian Pemerintah dengan Aksi 411, namun apa yang terjadi.. ? Pemerintah menembaki anak Bangsa nya sendiri yang MAU Keadilan hingga jatuh korban baik yang Gugur atau pun Cidera.

5. Umat Islam MARAH!! Namun HEBATNYA MUSLIM INDONESIA, kendati marah BESAR terhadap Jokowi dan kroni kroninya tidak ada sebatang RUMPUT pun yang menjadi sasaran kemarahan itu. Kami mengetuk PINTU LANGIT hingga akhirnya Jokowi sendiri mendatangi Umat Islam dalam Aksi 212.

Dia berterima kasih dan ia pun menjadikan Potensi Umat Islam Indonesia sebagai ENERGI POSITIF yang dapat mendatangkan investasi.

6. Sayangnya… Jokowi tiada berkutik oleh para Pengendalinya sehingga Pergerakan Umat Islam dianggap sebagai aksi UPAYA MAKAR yang akan menggulingkan rezimnya. Yaaah… Kita tertawa saja weka-weka gubrak.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.