Rabu, 30 September 2020

Pedagang Ketupat di Bali Mendapat Berkah Lebaran

Pedagang Ketupat di Bali Mendapat Berkah Lebaran

Bali, Swamedium.com – Lebaran membawa berkah ke seluruh umat manusia, termasuk kepada pedagang ketupat musiman di pasar tradisional Badung Cokroaminoto, Denpasar, Bali. Pedagang ketupat yang berjualan sejak H-3 ini memanfaatkan momentum Lebaran untuk memenuhi kebutuhan umat muslim.

Sejak H-3 Lebaran, beberapa pedagang musiman tampak menjamur untuk menjajakan ulatan ketupat dari janur yang menjadi hidangan khas Lebaran.

Salah seorang pedagang ketupat musiman yang berjualan di Pasar Badung Cokroaminoto, Ni Nyoman Kerti mengatakan setiap hari dia membawa sekitar 200 buah ketupat yang dibuatnya sendiri untuk dijajakan kepada konsumen.

“Saya sambil nunggu pembeli, sambil juga membuat ketupat yang saya jual. Jadi, begitu mulai habis, saya langsung membuatnya kembali,” katanya, seperti dikutip rri, Sabtu (24/6).

Pedagang asal kampung Karangasem ini mengaku jualan saat ini agak sepi. Jika dibandingakn dari tahun-tahun sebelumnya dan tahun lalu, ungkap dia, penjualan tahun ini cenderung menurun.

Perempuan yang mengaku telah berjualan sejak tahun 1981 ini rutin berjualan ketupat setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan umat muslim jelang Lebaran.

Ketupat Lebaran dijual seharga seribu rupiah per biji. Selain ketupat, dia juga menjual bungkus janjanan bantal, yang kerap juga dicari pada hari raya ini. Pembungkus janjanan bantal ini dijual Rp5 ribu rupiah per 10 biji.

Sedangkan Komang Ayu Muliyani yang menjual ketupat mulai dari H-2 ini menyiapkan 300 buah ketupat, namun saat ditemui mengaku ketupatnya belum banyak yang laku. Dia mengatakan, ketupat yang dijualnya dibuatnya sendiri dengan mengambil bahan baku di kampung halaman agar ketupat yang dijualnya terlihat lebih segar.

Ketupat itu dijual seharga 600-700 rupiah per buah. Diakuinya harga jual ini tidak mengalami kenaikan, bahkan turun dari tahun lalu.(*/maida)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.