Selasa, 17 Mei 2022

Anton Tabah: Video yang Diunggah Humas Polri, Fitnah kepada Islam

Anton Tabah: Video yang Diunggah Humas Polri, Fitnah kepada Islam

Foto: Video "Kau Adalah Aku Yang Lain" yang diunggah akun facebook Divisi Humas Polri memuat fitnah kepada Islam. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Hari Raya Idul Fitri tahun ini harus dinodai dengan diunggahnya video berjudul “Kau Adalah Aku Yang Lain”. Video itu diunggah oleh akun Facebook Divisi Humas Polri pada Kamis (22/6).

Banner Iklan Swamedium

Video pendek tersebut adalah video salah satu peserta Police Movie Festival 2017 yang digelar Kepolisian RI. Bahkan film itu dikabarkan menjadi pemenang pertama festival film polisi itu. Sayangnya, video tersebut berisikan fitnah terhadap Islam karena isinya bertentangan dengan fakta bagaimana sebenarnya toleransi Muslim di Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar di dunia.

Digambarkan dalam video tersebut, sebuah pengajian di pinggir jalan mengalangi ambulans yang sedang membawa seorang pasien yang sedang kritis, digambarkan pasien itu beragama Nasrani.

Terkait adanya video tersebut, Ketua Penanggulangan Penodaan Agama Anton Tabah Digdoyo memberikan tanggapannya.

“Saya belum nonton video tersebut, tapi jika isinya seperti yang diceritakan, video tersebut menyesatkan dan penuh fitnah pada umat Islam juga bertentangan dengan fakta kerukunan toleransi agama di Indonesia yang terbaik di dunia,” ujar Anton seperti dikutip Globalnews, Selasa (27/6).

Anton juga menegaskan, faktanya, tidak pernah ada pengajian umat Islam di manapun yang mengalangi ambulans lewat apalagi sedang membawa pasien atau jenazah,

“Jangankan manusia, Islam ajarkan bahwa hewan pun tidak boleh diganggu keamanannya, keselamatannya,” tuturnya.

Bahkan menurut Anton, beredarnya video itu ditegaskan oleh beberapa pendeta dan pastur, sebagai video yang ngawur.

Pendeta Natan Pasaribu menegaskan, video tersebut ngawur karena umat Islam Indonesia justru sangat toleran.

“Jangankan terhadap ambulans yang lewat, dengan aktivitas penginjilan yang saya lakukan di daerah daerah muslim pun umat Islam sangat toleran, tak pernah mengganggu saya bahkan saling bantu,” pungkas Pendeta Natan dalam keterangannya melalui pesan singkat.

Sementara Pastur Aloysius mengatakan, tokoh-tokoh Kristen sangat menyesalkan video tersebut.

“Video provokatif penuh fitnah seperti itu kok jadi pemenang lomba “Police Movie Award 2017″ yang diselenggarakan oleh Polri? Maunya apa ya?,” ujar tokoh Kristen tersebut.

Tak hanya itu, Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Pusat itu, mengingatkan publik, ketika Aksi Bela Islam dimana contoh nyata toleransi umat Islam kepada umat beragama lain.

“Mari kita ingat bukti lain, lupakah ketika 411 dan 212 dengan jutaan manusia di masjid istiqlal meluber nutup gereja katedral ada dua pasang pengantin kristen tertutup jutaan manusia muslim lalu jutaan manusia muslim tersebut buka jalan segera agar dua pasang pengantin Kristen tersebut cepat sampai ke gereja dg aman?”, tegas Anton.

“Mestinya film-film fakta aktual seperti itu yang dibuat dilombakan bukan malah buat di luar fakta. Ingat fakta-fakta tak terbantahkan siapa yang intoleran?,” sergahnya.

Tak sampai di situ, Anton menduga ada kelompok pro sekuler, liberal dan komunis di belakang pembuatan video tersebut.

“Hanya PKI dan orang-orang pro sekuler liberal yang menghendaki NKRI ini pecah berkeping keping tinggal sejarah, “ pungkas Anton.

Ada pun video yang diunggah Divisi Humas Polri seperti di bawah ini yang diambil dari laman facebook Dvisi Humas Polri:

(*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita