Selasa, 29 September 2020

Pasca Video yang Diunggah Humas Polri, Warganet Suarakan #PolriProvokatorSARA

Pasca Video yang Diunggah Humas Polri, Warganet Suarakan #PolriProvokatorSARA

Foto: Trending topic Twitter #POLRIPROVOKATORSARA (Twitter)

Jakarta, Swamedium.com — Pasca diunggahnya video pendek “Kau Adalah Aku Yang Lain” oleh akun facebook Divisi Humas Polri, warganet pengguna Twitter menyuarakan hashtag yang menjadi trending topic #PolriProvokatorSARA. Pasalnya, video tersebut bermuatan fitnah berbau SARA yang menstigma Umat Islam sebagai umat yang intoleran kepada umat non muslim.

Hashtag tersebut menjadi trending topic di jagat twitter Indonesia, sejak Selasa (27/6) pagi hingga malam.

Hashtag tersebut menjadi trending lantaran warganet marah terhadap video pendek yang dikeluarkan Humas Polri tersebut.

Dalam video tersebut digambarkan, umat Islam sedang menggelar pengajian yang menutup jalan dan tidak memberikan izin kepada ambulans yang membawa seorang pasien kritis. Dalam video tersebut, pasien kritis digambarkan sebagai seorang non muslim.

“Salahnya umat Islam Indonesia ke polisi apa sih? Sampe segitu bencinya polisi sama umat Islam Indonesia. #PolriProvokatorSARA,” ucap @Aditnamasaya.

“Saya minta @DivHumasPolri secara terbuka minta maaf ke umat Islam di Indonesia karena telah mempublikasikan video ini. #PolriProvokatorSARA https://t.co/Ux5fJKlQeF,” tulis @
RizkiAlJupri.

“Rezim ini menyedihkan. Presidennya ingkar, KPK berpolitik, Polri pun bermain SARA
Akar rumput gontok2an, polri manas2i
#PolriProvokatorSARA,” sergah akun @dapitdong.

“Mubazir uang RAKYAT dipakai buat menindas Rakyat. Lebih baik wereng coklat jadi swasta aja. Bikin malu negara doang #PolriProvokatorSARA,” ucap akun @alitbertos.

“Harusnya ngaca sblm nuduh Islamlah pelaku sara seperti video yang kalian viralkan tersebut @DivHumasPolri @TMCPoldaMetro .#PolriProvokatorSARA,” cap akun @RestyCayah.

“Ooommmm dendam karena Ahok keok ya…jadi mimpi indah yang dijanjikan Ahok buyarr cian deh #PolriProvokatorSARA,” ucap akun @Gemacan70.

Sementara beberapa politikus dan pegiat media sosial ikut mengkritisi video tersebut meski tak menyelipkan hashtag.

Pages: 1 2

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.