Sabtu, 26 September 2020

Polemik Masjid Al Hikmah New York, Ustadz Daud Rasyid Dipenjara

Polemik Masjid Al Hikmah New York, Ustadz Daud Rasyid Dipenjara

Foto; Masjid Al Hikmah New York. (ist)

Oleh: Asyari Usman*

Jakarta, Swamedium.com — Pertikaian atara imam resmi masjid al-Hikmah, New York City, Dr Daud Rasyid MA, dan mantan imam masjid yang sama, Shamsi Ali, menjadi berkepanjangan. Secara tiba-tiba, pada 19 Juni 2017, kepolisian NYC menyerbu kediaman Dr Daud yang ada di dalam komplek masjid dan membawanya ke penjara dengan dakwaan “over stay”. Padahal, visa kerja (work permit) untuk beliau berlaku tiga tahun.

Diduga keras atas usaha Shamsi Ali (ketua Nusantara Faoundation), visa Dr Daud dibatalkan oleh pihak imigrasi AS. Sehingga, tampaknya, dengan alasan inilah polisi menahan pakar hadits yang sering tampil di berbagai acara dakwah di TVOne itu.

Pihak perwakilan Indonesia di NYC, menurut informasi yang saya terima, belum memberikan bantuan kepada Dr Daud. Shamsi Ali adalah seorang pegawai lokal PTRI (perwakilan Tetapi RI) di PBB yang berkantor di NYC. Shamsi sangat dekat dengan pihak-pihak perwakilan Indonesia yang ada di NYC. Ada kemungkinan Shamsi mempengaruhi konsul jenderal RI di kota itu sehingga bantuan untuk Dr Daud belum diberikan setelah sepekan ditahan.

Dr Daud sudah lebih setahun ini diminta secara resmi menjadi imam al-Hikmah. Tetapi, sejak beliau bertugas di situ, Shamsi Ali berkali-kali melakukan upaya untuk menyingkirkannya. Terkahir, di bulan Ramadan baru lalu para pengikut setia Shamsi Ali mengunci ruangan utama masjid al-Hikmah sehingga pada saat sholat subuh Ustad Duad terpaksa melaksanakannya di koridor masjid.

Selama ini Shamsi Ali tidak berhasil menyingkirkan Ustad Daud. Diduga juga atas inisiatif Shamsi Ali, pada satu Jumat polisi NY mendatangi masjid al-Hikmah untuk menahan Ustad Daud. Dengan mamakai sepatu masuk ke masjid, rombongan polisi akhirnya bisa dihalau oleh para jemaah Jumat ketika khutbah sedang disampaikan oleh Ustad Daud.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.