Jumat, 25 September 2020

Terima GNPF MUI, Jokowi Dongkrak Popularitas?

Terima GNPF MUI, Jokowi Dongkrak Popularitas?

Foto: Pengamat politik Muslim Arbi (ist)

Oleh: Muslim Arbi*

Jakarta, Swamedium.com — Tidak ada agenda politik yang jelas hadapi pilpres 2019 sehingga harus bermanufer rangkul kekuatan umat yang terrepresentasi di GNPF MUI. Bisa saja itu dilakukan karena koalisi partai penguasa sudah kedodoran di berbagai laga pilkada belum lama ini. Terutama PDIP yang kader dan calon-calon kepala daerahnya kalah telak di berbagai tempat.

Mestinya ini menjadi sebuah perhitungan akan kekuatan umat yang sudah diperhitungkan oleh penguasa yang selama ini gunakan politik belah bambu terhadap umat mayoritas. Tapi nyatanya kekuatan itu tidak di kelola dengan cerdas sehingga harus bertandang ke Istana.

Momen Idul Fitri ini pun di manfaatkan maksimal oleh Jokowi untuk mencoba merangkul kekuatan umat melalui delegasi Ustadz Bakhtiar Natsir (UBN) dkk.

Tapi, baik Jokowi maupun UBN salah hitung akan manuver mereka. Umat sudah sangat cerdas dan mahfum dengan manufer atas situasi sekarang.

Ada sejumlah hal yang mesti di hitung oleh Istana maupun GNPF MUI (UBN dkk).

1. Popularitas Presiden Joko Widodo, makin ke dodoran dengan pembelaan membabi buta terhadap Ahok dalam kasus Al Maidah 51. Dan sejumlah kasus Ahok yang di usut KPK. Meski Istana membantah. Contohnya apa? Meski diputus salah dan ditahan, tapi apakah Ahok di Mako Brimob? Kalau di eksekusi Jaksa mestinya di Lapas. Bukankah ini bentuk ketidakadilan hukuman? Bukan ini adalah bentuk perlindungan Istana (Jokowi?). Pengadilan dan penahanan Ahok di anggap sandiwara.

2. Umat menganggap cara perlakuan istimewa Presiden Joko Widodo terhadap mantan Wagubnya itu (Ahok), sebenarnya bisa saja untuk lindungi diri nya sendiri. Karena dalam sejumlah kasus seperti Sumber Waras dan Reklamasi serta bus TransJakarta, nama mantan Walikota Solo itu santer di sebut.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.